Beranda Nasional PSBB Jakarta Mulai Hari Ini, Begini Kata Anies Baswedan

PSBB Jakarta Mulai Hari Ini, Begini Kata Anies Baswedan

JAKARTA, TVBERITA.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hari ini, Jumat (8/4/20) untuk mencegah semakin meluasnya wabah virus Corona. Apalagi DKI Jakarta merupakan episentrum penyakit yang telah menewaskan 142 orang dan kasus positif Covid-19 mencapai 1.706.

Gubernur Anies mengatakan DKI Jakarta sudah menerapkan PSBB selama tiga pekan terakhir. Bedanya, kali ini, Pemprov DKI Jakarta bisa memaksan aturan itu ke publik karena ada sanksi pidananya.

“Aturan lengkap mengenai pelaksanaan PSBB ada di dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No. 33 Tahun 2020, tentang pelaksanaan PSBB dalam Penanganan COVID-19 di Provinsi DKI Jakarta.”

“Pada prinsipnya, seluruh masyarakat Jakarta selama dua minggu ke depan atau 14 hari ke depan, diharapkan untuk berada di rumah, berada di lingkungan rumah, mengurangi bahkan meniadakan kegiatan-kegiatan di luar rumah,” ungkap Anies ketika memberikan keterangan pers di Balai Kota DKI Jakarta.

Pasti muncul di benakmu apa saja sih hal-hal yang boleh dan tidak boleh kamu lakukan selama PSBB. Berikut daftarnya. Pergub nomor 33 tahun 2020 memiliki 28 pasal yang mengatur semua kegiatan di ibu kota, baik kegiatan perekonomian, kegiatan sosial, kebudayaan, keagamaan hingga pendidikan.

“Prinsipnya adalah ini bertujuan untuk memangkas mata rantai penularan Covid-19. Di mana, Jakarta pada saat ini merupakan episenter dari masalah Covid-19,” jelas Anies.

Anies melanjutkan, berdasarkan Pasal 9 Pergub tersebut, segala aktivitas pekerjaan di semua sektor dihentikan sementara. Para pekerja diminta untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Namun, ada beberapa sektor pekerjaan yang diizinkan selama PSBB diterapkan. Di antaranya, kantor instansi pemerintah Pusat dan Daerah, kantor perwakilan diplomatik dan organisasi internasional, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Kemudian ada 10 dunia usaha di sektor swasta yang mendapatkan izin. (ais/fzy)

Di antaranya:

1. Kesehatan

2. Bahan pangan, makanan dan minuman

3. Energi

4. Komunikasi dan teknologi informasi

5. Keuangan

6. Logistik

7. Konstruksi

8. Industri strategis

9. Pelayanan dasar dan utilitas publik, serta industri yang ditetapkan sebagai obyek vital nasional atau obyek tertentu

10. Sektor swasta yang melayani kebutuhan sehari-hari.