Beranda News PTPN VIII Cikumpay Diduga Tak Dukung Olahraga di Wilayah Cimahi

PTPN VIII Cikumpay Diduga Tak Dukung Olahraga di Wilayah Cimahi

TVBERITA.CO.ID – Keberadaan sejumlah perusahaan di wilayah Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta dinilai tak memberikan kontribusi yang maksimal terhadap berbagai kegiatan pemuda.

Kondisi ini juga terjadi di wilayah Desa Cimahi, Kecamatan Campaka. Sejumlah pemuda di daerah itu mengeluh tidak adanya kontribusi dari perusahaan perkebunan karet, PT. Perkebunan Nusantara VIII Cikumpay.

Ketua Karang Taruna Desa Cimahi, Dede Jaenudin, mengaku heran kepada pihak PTPN VIII Cikumpay yang terkesan tutup mata dan tidak peduli dengan keluhan warganya.

“Dari zaman penjajahan sampai sekarang perkebunan karet ini mayoritas berada di wilayah Desa Cimahi, meskipun pabrik dan kantornya masuk ke Desa Kertamukti,” jelas Dede yang biasa dipanggil Sudeng, kepada wartawan, Minggu (6/9).

Padahal, kata Sudeng, orang tua mereka dahulu adalah para pekerja di perkebunan milik pemerintah tersebut. Namun anehnya, tak ada kontribusi berarti bagi masyarakat khususnya para pemuda.

“Kami dari Karang Taruna tidak minta uang, kami hanya minta perusahaan memberikan pinjaman sedikit lahan untuk dijadikan lapang olahraga untuk para pemuda,” ungkap Sudeng.

Tuntutan karang taruna ini, sudah sering disampaikan kepada pihak perusahaan. Namun sayang, pihak management PTPN terkesan acuh dan membisu hingga saat ini.

“Kita ingin membentuk anak muda yang punya aktivitas olahraga,” katanya.

Saat ini, lanjut Sudeng, Desa Cimahi belum memiliki lapang sepakbola dan sarana olahraga yang maksimal. Sehingga kegiatan para pemuda sering terhambat akibat minimnya sarana dan prasarana di wilayah tempat tinggal mereka.

Lebih parahnya lagi, Sudeng menganggap pihak PTPN pilih kasih memberikan perhatian kepada warga Cimahi dengan beberapa desa lain yang ada di.Kecamatan Campaka seperti Kertamukti dan Cikumpay.

“Cikumpay itu luas lapangnya 8000 meter, apa karena disana ada Ahmad Sanusi alias Amor sebagai anggota DPRD disana, sehingga kami tak dianggap,” tegasnya.

Untuk itu, menurut Sudeng, ia bersama sejumlah pemuda Desa Cimahi berencana mendatangi kantor PTPN dalam waktu dekat. Pemuda akan menuntut pihak perusahaan memberikan kontribusi lebih bagi warga Desa Cimahi. (trg/fzy)