Beranda Karawang Pupuk Urea Bersubsidi Makin Langka, Petani Terancam Gagal Panen

Pupuk Urea Bersubsidi Makin Langka, Petani Terancam Gagal Panen

TVBERITA.CO.ID –  Pupuk urea bersubsidi di wilayah Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, sudah mulai mengalami kelangkaan.

Bahkan petani di kecamatan tersebut kelimpungan akan mengalami gagal panen karena stok pupuk urea di tingkat agen atau kios sudah kehabisan.

Atim (40) salah seorang petani Pakisjaya mengatakan stok pupuk bersubsidi langka. Dan petani kelimpungan karena tanam padi yang baru berumur dua minggu terancam mati dan akan mengalami gagal panen.

“Pupuk sudah langka, petani kelimpungan mencarinya,” kata Atim, Rabu (26/8) kepada media.

Diungkapkannya, petani kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi padahal umur tanaman padi sedang membutuhkan pupuk.

Kelangkaan pupuk ini sudah berlangsung satu minggu lal, lanjut Atim, hal itu karena kebutuhan pupuk tidak seimbang dengan alokasi yang disiapkan pemerintah.

“Pupuk non subsidi ada tapi harganya lebih tinggi,” ucapnya.

Dari data Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, kebutuhan pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Karawang berdasarkan Sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK) yaitu Urea sebanyak 56.854 ton, SP-36 26.064 ton dan NPK 31.876 ton.

Sementara, berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat tentang realokasi kebutuhan pupuk bersubsidi mengalami pengurangan seperti urea semula 42.272 ton menjadi 38.890 ton, terdapat kekurangan pupuk urea bersubsidi sebanyak 13.113 ton. Jenis pupuk SP-36 sebanyak 5.742 ton. Dampak pengurangan pupuk bersubsidi terjadi gejolak di lapangan. (nna/fzy)