Beranda Regional 240 Hektare Gagal Tanam, Pemkab Karawang Tak Beri Bantuan

240 Hektare Gagal Tanam, Pemkab Karawang Tak Beri Bantuan

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- 240 hektar sawah mengalami gagal tanam. Penyebabnya, benih padi yang mereka tanam terserang hama wereng coklat. Keadaan itu dialami para petani di Desa Sekarwangi, wilayah Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang.

Mereka mengalami gagal tanam akibat benih padi yang ditanamnya tidak tumbuh akibat mati diserang hama. Kondisi tersebut berdampak pada pendapatan hasil panen padi para petani.

Rohim (50 tahun) pemilik sawah mengaku biasanya pihaknya mendapatkan hasil panen senilai Rp. 25 juta per satu hektar sawah sekali panen. Namun kali ini, dua kali tanam di sepanjang tahun 2017 dirinya tidak mendapatkan hasil apapun.

“Gagal panen kali ini akibat banyaknya wereng, diduga karena imbas dari adanya percepatan tanam, sehingga hama tidak mati dengan tuntas,” ujarnya, Minggu (10/12).

Menurut Rohim, selain faktor penyebab akibat cuaca lembap yang kerap disertai curah hujan cukup tinggi, sehingga berpotensi berkembangbiaknya hama wereng tersebut. Pemerintah juga seharusnya jangan memaksakan para petani untuk melakukan percepatan masa tanam dengan melakukan tiga kali masa tanam dalam satu tahun. Karena hama-hama tersebut belum mati total meski sudah diatasi dengan disemprot pestisida.

“Sekarang, kami hanya bisa berharap Pemkab Karawang bisa memberikan bantuan terhadap para petani di Desa Mekarwangi ini, karena kerugian yang kami alami sekitar 80 persen dengan nilai mencapai miliaran rupiah,”sesalnya.

Selain itu, Rohim juga menyayangkan, kurangnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah daerah Kabupaten Karawang dalam hal ini Dinas Pertanian akan adanya asuransi pertanian kepada para petani di wilayahnya.

Dimana, Jika para petani mengalami gagal panen atau tanaman padinya rusak minimal 70 persen. Kerusakan tanaman itu bisa diakibatkan hama maupun bencana, seperti kekeringan dan banjir. Ada fasilitas asuransi pertanian sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40 Tahun 2015.

“Seandainya Dinas Pertanian tidak lambat memberikan sosialisasi kepada kami terkait asuransi pertanian, pastinya kerugian kami tidak begitu besar, meski sebenarnya yang kami butuhkan adalah solusi dari pemerintah agar hal ini tidak terus terjadi,”paparnya.

Terkait kerugian, lanjut Rohim, tentunya kegagalan ini juga dapat menghambat harapan pemerintah untuk menjadi daerah dengan swasembada pangan dan kesejahteraan petani, stabilitas harga dan stabilitas ketersediaan padi nasional.

Sementara itu, Kepala Desa Sekarwangi saat hendak dimintai keterangannya oleh Koran Berita (Grup Tvberita.co.id), belum bisa ditemui bahkan telepon selulernya tidak aktif.(cr2/ds)