Beranda Regional 4 Mahasiswa Unsika Berhasil Lolos KBMI 2021 yang Diselenggarakan Kemendikbud

4 Mahasiswa Unsika Berhasil Lolos KBMI 2021 yang Diselenggarakan Kemendikbud

Empat mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang yang tergabung dalam satu tim wirausaha berhasil lolos Kegiatan Berwirausaha Mahasiswa Indonesia (KBMI) 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Empat mahasiswa tersebut diantaranya adalah Ivada Octaviani, Devi Shinta AR, Fuji Ayu Diniarti dan Nuraeni Putri merupakan mahasiswa Prodi Farmasi Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) yang mengusulkan proposal bisnis yang berjudul “Hi-Fav : Hijab Favorit Kawula Muda” di bawah bimbingan dosen Dr. Apt. Mally Ghinan Solih, M.Farm.

Seiring berkembangnya fashion hijab di Indonesia, peluang dalam bidang ini cukup berpotensi untuk dijalankan karena semakin banyak juga pengusaha hijab yang sukses. Hi-Fav merupakan usaha yang bergerak di bidang jasa dan perdagangan fashion hijab dengan tagline andalannya yaitu ‘Hijab Favorit Kawula Muda’.

“Setelah kami melakukan survey, permasalahan-permasalahan wanita muslimah mengenai fashion hijab diantaranya terletak pada produknya (seperti kualitas dan kenyamanan bahan). Hal tersebutlah yang menginspirasi kami untuk mendirikan suatu bisnis hijab yang bertujuan agar Hi-Fav dapat menjawab permasalahan wanita muslimah sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya kaum muslimah di Indonesia. Kami pun mendirikan Hi-Fav tidak hanya menguntungkan untuk kami saja. Namun juga menguntungkan dan membantu perekonomian masyarakat sekitar dengan menciptakan lapangan kerja baru serta sebagai tempat untuk melatih dan mengembangkan diri dalam berwirausaha agar mampu hidup mandiri secara finansial,” ujar Ivada Octaviani.

Kesempatan yang diberikan kepada Hi-Fav membuat usaha tersebut melakukan re-branding dengan melakukan launching beragam produk menarik di antaranya adalah Pashmina Nayra yang menjadi best seller product Hi-Fav. “Terimakasih banyak kami ucapkan kepada SIM PKMI Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Universitas Singaperbangsa Karawang yang telah memberikan kesempatan kepada Hi-Fav untuk mengembangkan usaha,” sambung Ketua Tim Hi-Hav.

Artikel sebelumnyaLimbah Medis Dibiarkan Berserakan, RSUD Karawang Terancam Denda Rp5 Miliar
Artikel selanjutnyaDitanya Kasus Majalah Sawala, Kadis Kominfo Bungkam