
Meski begitu, tantangan tetap ada. Beberapa pasien masih berhenti minum obat karena alasan jarak, kesibukan, atau merasa sehat. “Ini yang kami sebut lost to follow up. Padahal obat ARV harus diminum rutin seumur hidup. Kalau putus obat, risiko berkembang menjadi AIDS makin besar,” ujarnya.
Baca juga: Menu MBG di Karawang Pakai Dua Lembar Keju, Roti dan Jeruk, SPPG Klaim Gizinya Cukup
Di sisi pencegahan, KPAD kini fokus pada edukasi remaja. Sosialisasi dilakukan di sekolah-sekolah SMP, SMA, hingga madrasah, baik tatap muka maupun daring.
“Fokus kami ke generasi muda karena mereka rentan. Edukasi langsung ke sekolah jauh lebih efektif, meskipun tantangannya keterbatasan anggaran,” kata Yana.
Yana menegaskan target nasional Ending AIDS 2030 harus menjadi motivasi bersama. “Harapan kami, masyarakat bisa menghindari seks bebas, setia pada pasangan, dan tidak melakukan hubungan sebelum menikah. Kalau itu dilakukan, rantai penularan bisa diputus. Mari kita hentikan AIDS sampai di sini,” pungkasnya. (*)








