Beranda Headline 5 Bulan Trio Pengoplos Elpiji di Karawang Beroperasi, Raup Cuan Sampai Setengah...

5 Bulan Trio Pengoplos Elpiji di Karawang Beroperasi, Raup Cuan Sampai Setengah Miliar

Trio pengoplos elpiji di karawang
Polisi menggiring trio pengoplos elpiji bersubsidi ke Rutan Mapolres Karawang.

KARAWANG – Tim Sanggabuana Satreskrim Polres Karawang meringkus trio pengoplos gas subsidi elpiji 3 kilogram ke tabung gas berukuran 5,5 dan 12 kilogram. Aksi itu dilakukan pelaku demi meraup keuntungan besar.

Wakapolres Karawang, Kompol Prasetyo, menjelaskan trio penyuntik gas elpiji itu adalah SH (41) warga Karawang Barat, AH (27) warga Palumbonsari dan IH (36) warga Darangdan Purwakarta.

Kasus ini terungkap berawal dari kecurigaan warga terhadap aktivitas di sebuah toko di Dusun Karanganyar RT 03 RW 27, Keluharan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Karawang.

Baca juga: Peserta Calon Panwascam Pilkada Karawang Rampung Jalani Tes CAT, Masyarakat Bisa Beri Tanggapan

“Ketiganya kita amankan pada tanggal 8 Mei 2024 kemarin,” ungkap Prasetyo dalam jumpa pers di Mapolres Karawang, Rabu (15/5).

Sudah berjalan 5 bulan
Trio pengoplos elpiji karawang
Polisi memamerkan foto barang bukti dari kejahatan trio pengoplos gas elpiji saat jumpa pers di Mapolres Karawang.

Prasetyo bilang, aksi culas ketiganya sudah berlangsung selama 5 bulan. Pengoplosan dilakukan dengan memasang sebuah pipa khusus di leher tabung gas ukuran 5,5 dan 12 kilogram dengan dibantu media es batu.

Es batu itu berguna untuk mempercepat pemindahan dari gas subsidi ke gas kosong non subsidi bermerek Bright Gas.

Baca juga: Kabar Duka, Maestro Sinden Karawang Yoyoh Supriatin Tutup Usia

“Dalam waktu 1 minggu pelaku dapat memperoleh sebanyak 160 tabung ukuran 5,5 kg dan 12 kg. Kemudian jika ditotal selama 5 bulan, pelaku menghasilkan sebanyak 3.200 tabung gas ukuran 12 kilogram dan 5,5 kilogram,” papar dia.

Raup cuan Rp 592 juta

Dia menjelaskan, ribuan tabung gas yang sudah disuntik itu lalu dijual di sekitaran Karawang kota. Total ketiga pelaku meraup keuntungan sebesar Rp 592 juta.

“Keuntungan pelaku dari setiap penjualan gas ukuran 12 kilogram sebesar Rp 25 ribu, sedangkan ukuran 5,5 kilogram mendapat Rp 60 ribu.”

Baca juga: Jalan Penghubung Kereta Cepat di Karawang Amblas, Warga Minta Segera Diperbaiki

“Sehingga selama 5 bulan terakhir, dari bulan Desember 2023 sampai dengan Mei 2024 pelaku mendapatkan keuntungan sebesar Rp 592 juta. Ini sudah dilakukan penghitungan oleh satreskrim beserta tim dari migas untuk kerugian yg diderita oleh negara,” jelas Prasetyo.

Saat kasus ini diungkap, polisi menyita barang bukti berupa 1 unit kendaraan pickup, 81 buah tabung gas elpiji 3 kilogram, 30 buah tabung gas elpiji 5,5 kilogram, 70 buah tabung gas elpiji 12 kilogram dan 10 buah es batu dan 8 buah besi alat penyuntik.

Trio penyuntik ini dijerat Pasal 55 UU RI nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, sebagai telah diubah pasal 40 angka 9  UU RI nomor 6 tahun 2023 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI nomor 2 tahun 2022 tentang ciptakerja menjadi UU Jo Pasal 55 KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana paling lama 6 tahun penjara dan atau denda paling banyak 60 miliar rupiah. (*)