Beranda Regional 5 Kades Bantah Tandatangan, Merasa Difitnah Atlasindo

5 Kades Bantah Tandatangan, Merasa Difitnah Atlasindo

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID-  Lima kepala desa di Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang membantah telah menandatangani kesepakatan dengan PT. Atlasindo, setelah perusahaan itu ditutup bulan Agustus 2018 lalu.

Kepala Desa Cintalaksana Ade Witarsa, yang juga turut menghadiri pertemuan bersama pihak management PT. Atlasindo beberapa waktu lalu dan mewakili empat kepala desa lainnya menegaskan pihaknya merasa keberatan dan merasa dibuat sebagai “bemper” oleh PT. Atlasindo.

Ia menyayangkan pernyataan sepihak PT . Atlasindo pada saat audiensi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang yang mengatakan bahwa lima desa yaitu Cintalaksana, Cintalanggeng, Cintawargi, Kutalanggeng, dan Kutamaneuh, telah sepakat dan menandatangani kontrak bersama perusahaan tersebut terkait poin- poin pemberian CSR oleh PT. Atlasindo.

“Itu hanya klaim pihak Atlasindo saja. Kita tidak pernah menandatangani kesepakatan apapun setelah Atlasindo ditutup,” kata Ade Witarsa, yang juga Ketua Ikatan Kepala Desa (IKD) Kecamatan Tegalwaru kepada para awak media, kemarin.

Dijelaskannya, dalam pertemuan itu memang ada kesepahaman untuk melibatkan atau mengikutsertakan masyarakat. Dimana inti dari kesepahaman itu ialah agar keberadaan PT. Atlasindo ini bermanfaat bagi masyatakat lokal, dengan tentunya masyarakat harus dilibatkan dengan diwakili oleh para kepala desanya.

“Jadi sebenarnya baru kesepahaman antara pihak PT Atlasindo dengan lima kepala desa, bukan kesepakatan yang sudah ditandatangani. Sekali lagi ini baru kesepahaman. Karena belajar dari pengalaman hasil audiensi pertama dengan wakil bupati Karawang beberapa waktu lalu, point- point kesepakatan yang saat itu ditanda tangani oleh sembilan kepala desa tidak ada yang terealisasi,” ujarnya menyesalkan.

Dirinya berharap, jika memang hendak dibuka kembali, buka saja. Asalkan perusahaan dapat berkonstribusi kepada masyarakat.

“Namun jangan jadikan kami bemper agar perusahaan itu dibuka kembali oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang. Seolah kami mendukung pembukaan tersebut. Padahal yang kami lakukan adalah minta kepedulian mereka kepada masyarakat kami yang tinggal di sekitar perusahaan mereka,”ulasnya.

Sebenarnya, tambah Ade, pihaknya sudah jemu dan tidak ingin lagi terlibat terus menerus dalam permasalahan PT. Atlasindo ini. Karena selalu dibuka dan di tutup, dan selalu ada permasalahan baru.

“Kami tidak mau dibenturkan dengan pemerintah daerah dan menilai kami menghalang -halangi. Karena itu bukan kewenangan kami,”tegasnya.

Meski diakuinya, jika warga masyarakat Kecamatan Tegalwaru khususnya masyarakat lima desa ini, masih pro dan kontra terkait pembukaan kembali PT. Atlasindo ini.(nin/ds)