Beranda Regional 50 UMKM Bekasi Lakukan Transformasi Strategi Digital Marketing

50 UMKM Bekasi Lakukan Transformasi Strategi Digital Marketing

KOTA BEKASI -. Sebanyak 50 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Bekasi melakukan transformasi pemasaran Produk UMKM dari Strategi Konvesional ke Strategi Digital Marketing yang kompetitif dengan menggunakan Teknolgi Informasi dalam memeperluas area pemasaran, menjangkau pelanggan secara cepat, tepat melalui media digital.

Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari terselenggara atas kerjasama antara Pemerintah Kota Bekasi dengan PT. Telkom IndonesiaTbk serta Komunitas OLSA MART PaDi UMKM Kota Bekasi. Data dari para pemegang platform digital, 97% wilayah Indonesia sudah bisa diakses. Bukan hanya produk industri saja, tetapi juga produk UMKM, Selasa( 30/03/21) bertempat di Graha Super Sambel, Galaxy, Bekasi Selatan.

Disampaikan Anggota TWUP4 Kota Bekasi Benny Tunggul , kegiatan Pelatihan dan Pengukuhan Digitalisasi Produk Komunitas Olsa Mart Penggiat Pasar Digital (PaDi) UMKM Kota Bekasi menuju pasar Domestik dan Internasional.

“momentum Industry 4.0 memberi kesempatan bagi Indonesia untuk berinovasi menuju Industry 5.0 dan Society 5.0 memberikan sentuhan humanis dalam berteknologi sehingga kolaborasi keduanya membentuk keseimbangan pencapaian ekonomi dengan penyelesaian problem sosial,” jelas Beny.

Khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perlu perhatian yang serius disamping timbulnya keterpurukan di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Perhatian ini diarahkan pengembangan Pasar Produk UMKM.

“adanya transformasi dari mekanisme Transaksi Off line kepada Transaksi Online. Memberikan peluang Penerapan Digital marketing menjadi handalan UMKM saat ini dapat memeperluas area pemasaran, menjangkau pelanggan secara cepat, tepat, dan pribadi, melalui media digital,” tuturnya.

Salah satunya Program Pasar Digital (Pa Di) yang diluncurkan Kementerian BUMN sejak tahun 2020, menjalin kerja sama bisnis pengadaan barang dan jasa dengan pelaku UMKM. Hal ini sebagai upaya mendukung pemulihan ekonomi, dimulai dari UMKM. Platform e-commerce produk UMKM ,UMKM bisa berjualan di marketplace Pasar Digital (PaDi) Kementerian BUMN.

Tribe Leader of SMB Digitslization Telkom Indonesia Henri Setiawan menambahkan, pada Pengukuhan Komunitas Pasar Digital UMKM Kota Bekasi -Jawa Barat. Ditargetkan dalam tahun 2021 ada sekitar 2500 UMKM masuk dalam Olsa Mart Market Place PaDi PT.Telkom Indonesia.

PaDi UMKM sendiri merupakan sebuah platform digital yang mempertemukan UMKM dengan BUMN guna mengoptimalkan, mempercepat, dan mendorong efisiensi transaksi belanja BUMN pada UMKM, serta memperluas dan mempermudah UMKM mendapatkan akses pembiayaan. Di samping itu bagi Kementerian BUMN, platform ini membantu memonitoring belanja BUMN pada UMKM.

“dari program telkom ini adalah siries PaDi UMKM yang dibangun atas intruksi kementrian BUMN untuk membangun para UMKM efek pandemi covid 19.
Dengan kehadiran Platkom digitalisasi ini kedepannya bisa membantu kemajuan UMKM indonesia,” tutur Henri.

Dalam hal ini, Implementasi telkom sangat mensuport para UMKM di Kota Bekasi mulai dari pelatihan didalamnya berkolaborasi dengan 50 UMKM, termasuk Bank yang mensuport pendanaan.

“Target Telkom dari Kota Bekasi sendiri bisa menyumbang 500 UMKM yang bergabung di PA’DI . Dari databyang sudah ada , aat ini sudah ada 75 ribu UMKM yang bergabug,diharapkan di tahun 2021 hisa mencapai 500 ribu UMKM bergabung untuk meramaikan pasar Digital,” bebernya.

Sementara itu, Ketua OLSA MART PaDi UMKM Bekasi Ira Dyah Loka Mandayani menjelaskan bahwa , Olsa Mart adalah marketplace Komunitas PaDi UMKM Kota Bekasi oleh PT.Telkom Indonesia siap untuk tumbuh dan produktif mempercepat, mengoptimalkan, dan mendorong efisiensi transaksi belanja BUMN pada UMKM serta mempermudah UMKM mendapat akses pembiayaan.

“kota Bekasi memiliki sekitar 5000 UMKM yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UMKM, marketplace platform digital yang menyediakan dan mengintegrasikan channel penjualan online dan offline bagi pemilik bisnis dengan fitur–fitur,” jelas Ira.

Adapun fitur -firur berupa pengelolaan stock,transaksi, data pelanggan, pembuatan katalog produk produk, serta sinkronisasi ketiga marketplace Shopee, Lazada, dan Blanja, juga dalam aplikasi platform Padi vUMKM (padiumkm.id), Bonum (bonum.id) dan Sakoo (Sakoo.id).

Acara dihadiri oleh Euis Siti Hasanah Kasi Pembiayaan UKM Bidang UMKM DINAS Koperasi dan UKM. Ade Nur Ridayati Kepala Seksi Pengukuran dan Analisa Produktivitas Disnaker Kota Bekasi, Henri Setiawan Tribe Leader of SMB Digitslization Telkom, Kepala BBPP Kemaneker RI Chairul Fadhly Hararap. (ais)

Artikel sebelumnyaGood Governance, Ruh Demokrasi Melalui Keterbukaan Informasi
Artikel selanjutnyaOneject Beri Penghargaan Kepada Tenaga Medis Bekasi