
“Kita sudah pakai sistem data yang rapi, jadi bantuan lebih tepat sasaran,” tambah Prof Achmad.
Salah satu penerima asal Tasikmalaya, Dewi (12) mengaku tak kuasa menyembunyikan rasa bahagia. Ia berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan. “Terimakasih bapak tentara yang sudah baik sama saya. Jangan tinggalin saya ya,” ucapnya polos.
Baca juga: Kejari Purwakarta Serahkan Rp976 Juta Hasil Pemulihan Dana Desa ke Pemkab
Di samping itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto juga memberikan apresiasi atas sinergi dari berbagai pihak yang terjalin amat baik dalam kegiatan tersebut. “Ini bentuk nyata gotong royong antara masyarakat, TNI dan pemerintah dalam memerangi kemiskinan,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Taufiq dari Keluarga Alumni Sosial Ekonomi Pertanian Agribisnis Indonesia (KASAI). Ia menyebut kegiatan ini sebagai contoh kuatnya modal sosial di masyarakat. “Dengan sinergi seperti ini, pembangunan SDM dan ekonomi desa bisa dilakukan secara bersama-sama,” tuturnya.
Terakhir, Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan ini sangat selaras denhan amanat konstitusi. “Fakir miskin dan anak-anak terlantar harus dipelihara oleh negara. Kegiatan ini adalah inisiatif lokal yang patut dicontoh dan disebarluaskan,” pungkasnya. (*)








