Beranda Bekasi Akomodir Paspor Warga yang Hilang Karena Banjir, Rahmat Effendi Surati Dirjen Imigrasi

Akomodir Paspor Warga yang Hilang Karena Banjir, Rahmat Effendi Surati Dirjen Imigrasi

KOTA BEKASI, TVBERITA.CO.ID – Musibah Banjir yang terjadi di awal tahun 2020 menggenangi beberapa kawasan di wilayah Kota Bekasi, banjir melanda 10 Kecamatan dengan 79 titik banjir.

Menyikapi hal tersebut, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi berinisiatif menyurati Direktorat Jenderal Imigrasi Kementrian Hukum dan HAM melalui surat nomor 470/888/Disdukcapil.Yanduk.

“Tujuan kita menyurati Direktoral Jendral Imigrasi Kementrian Hukum dan Ham, agar membantu kemudahan warga Kota Bekasi menerbitkan ulang Dokumen Imigrasi yang rusak dengan membebaskan biaya pembuatan Dokumen warga yang terkena dampak banjir,” ungkap Rahmat Effendi, kepada tvberita, Senin (10/02/20).

“Sebenarnya Direktur Jenderal Imigrasi melalui Direktur Lalu lintas keimigrasian telah menerbitkan Surat Edaran no Imi.2-uk.01.01-4.0018 bahwa penggantian paspor rusak dan hilang karena musibah (banjir) dibebaskan dari biaya denda,” ujar Efendi menambahkan.

Namun, katanya, pada tanggal 13 januari 2020 surat edaran tersebut dibatalkan melalui surat Direktur Lalu Lintas Keimigrasian nomor IMI.2-um.01.01-4.0138 karena penghapusan biaya bagi pemohon penggantian paspor yang hilang atau rusak karena banjir bertentangan dengan Peraturan Pemerintah (PP) 28/2019.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi, Petrus Teguh Aprianto membenarkan, inisiatif Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bersurat ke Direktorat Jenderal Imigrasi.

“Iya benar, Pak Wali Kota sudah melayangkan surat ke Direktorat Jenderal Imigrasi agar warga Kota Bekasi diberikan kemudahan dalam pengurusan Dokumen keimigrasian yang hilang atau rusak karena banjir,” ucap Kakanim Petrus Teguh Aprianto saat ditemui tvberita di kantornya, Senin, (10/2).

Lebih lanjut, pria yang akrap disapa Teguh ini sangat mengapresiasi inisiatif Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bersurat ke Dirjen Imigrasi untuk Warganya yang terkena musibah banjir. (ais/kie)