
KARAWANG – Seorang anak berusia 15 tahun, warga Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang mengaku kerap menjadi korban kekerasan seksual. Mirisnya, pelaku diduga merupakan pemimpin majelis dzikir yang lokasinya tak jauh dari rumah korban.
Pelaku bahkan disebut tak segan melakukan aksi bejadnya di Musala dalam area majelis dzikirnya ketika sang istri tengah tidur.
Korban berinisial S (15) menceritakan kisah pilu yang dialaminya tersebut. Ketika itu sekitar 4 tahun lalu majelis dzikir tersebut hadir di dekat lingkungan rumahnya di Pakisjaya.
Baca juga: Momentum Hari Lingkungan Hidup, Limbah Medis Malah Ditemukan di Area SDN di Karawang
Saat itu, dirinya datang untuk menimba ilmu sebagai santri untuk belajar mengaji setelah pulang sekolah. Ia juga kerap mengikuti majalis dzikir yang diadakan oleh pelaku.
Awalnya, tak ada hal yang mencurigakan. Hingga terjadi pada tahun 2024 saat masih kelas 3 SMP.
Ketika itu, ia bersama santri perempuan lainnya yang merupakan teman sebayanya diminta menginap di rumahnya karena sang istri sendirian.
Tak ada rasa curiga, karena ia tidur menginap bersama-sama santri-santri lainnya.
Sampai pada waktu tengah malam, terduga pelaku datang pulang rumah. Tak lama kemudian, korban dibangunkan dan diajak untuk mengikuti pelaku.
“Disuruh menginap sama santri-santri lain di rumahnya. Katanya istrinya sendirian. Disitu kan tidurnya di ruang tengah di ruang tamu terus dia pas itu kan dia pulang jam berapa malam, sekitar jam dua belasan setengah satu malam terus dia pulang, ketok-ketok pintu terus gak tau siapa yang buka terus udah gak lama tuh dia ke kamar istrinya,” kata dia saat ditemui di rumahnya di wilayah Pakisjaya pada Sabtu (13/6).
Baca juga: Puluhan Makam di Karawang Longsor Akibat Proyek Pengendali Banjir BBWS Citarum
Melihat kondisi sepi, korban diajak keluar rumah pelaku melalui pintu belakang untuk menuju ke Mushola.
Di mushola yang masih terdapat di area majelis dzikir itu korban dirudapaksa.
“Terus gak lama dia keluar dari kamarnya Bangunin saya, mati-mati lampu katanya. Bangunin tuh kenapa gitu, terus katanya, udah sini ikut dulu itu lewat belakang biar gak ketahuan,” ucap korban.
“Terus udah saya diajak tuh kirain mau ngapain, ditarik udah ditarik, terus dia ngeliat situasi aman apa enggak, ada orang apa enggak terus udah saya diajak ke itu mushola. Dipaksa ngelakuin itu,” ungkapnya lirih.
Baca juga: Sejak 2023, Kasus HIV di Karawang Paling Banyak Disumbang dari Kelompok Gay
Sejak tahun 2024 hingga akhir 2025 itu, pelaku kerap melancarkan aksi bejadnya dengan waktu dan tempat yang sama.








