Beranda Regional Antri, RSCAM Bekasi Buka Lorong Gedung A dan E untuk Tampung Pasien

Antri, RSCAM Bekasi Buka Lorong Gedung A dan E untuk Tampung Pasien

KOTA BEKASI – Antrian pasien yang terdampak Covid 29 ruang Unit Gawat Darurat (UGD) di Rumah Sakit dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Tentunya sejumlah upaya dilakukan oleh pihak RSCAM Kota Bekasi.

Direktur RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, dr. Kusnanto menjelaskan terkait antrian sejumlah pasien di ruang UGD mengakibatkan over kapasitas, Sehingga untuk sementara pasien Covid 19 yang ingin ke Unit Gawat Darurat,

“pihak rumah sakit menyediakan tenda dan lorong sudah 6 hari sebagai triase Unit Gawat Darurat. Terkait antrian tersebut. Sebelumnya kami meminta maaf dan kami sudah memantau sejak tadi malam, namun pagi hari tadi ternyata banyak antrian pasien yang datang. Banyak warga yang meminta dirujuknya ke RSUD, dan kapasitas tenda tidak tertampung,” kata dr. Kusnanto saat dikonfirmasi tvberita,

Lebih lanjut kata dr.Kusnanto, dirinya menjelaskan, pihak RSCAM Kota Bekasi telah membuka lorong gedung A ditetapkan sebagai triase dengan kapasits 15 tempat tidur (bed) dan satu lantai di gedung E untuk mengurai antrian pasien.

“Di instruksikan oleh pak Wali Kota dan kami telah membuka pada lorong pintu masuk gedung A ditetapkan sebagai triase dengan kapasitas 15 bed dan untuk mengurai pasien dan menambah satu lantai di gedung E dengan kapasitas 45 bed,” jelas dr. Kusnanto.

Jumat sore pihak RSUD melakukan penambahan kapasitas bed bisa difungsikan, jadi total kapasitas ada 600 bed diantaranya 400 bed untuk isolasi pasien Covid dan 200 bed untuk pasien umum. Ia menjelaskan, selama ini pihak rumah sakit selalu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Baik pasien sakit biasa maupun Covid-19. Bahkan, sempat juga ruang isolasi pasien Covid-19 over kapasitas. Sehingga akan menambah kembali ruangan sekaligus tempat tidur pasien.

“sebanyak 600 bed diantaranya 400 untuk pasien isolasi dan 200 pasien penyakit umum. Dan 60 persen pasien yang diisolasi merupakan warga yang ber KTP Kota Bekasi, 40 persen warga ber KTP luar Kota Bekasi. Tenda ini dan lorong ini merupakan Triase dan untuk screening pasien karena Unit Gawat Darurat telah kami fungsikan sebagai ruang rawat untuk pasien Covid 19,” papar Dirut RSCAM Kota Bekasi, dr. Kusnanto Saidi.

Ia juga mengimbau supaya masyarakat Kota Bekasi dapat menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada sebagai upaya bersama dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 (ais)

Artikel sebelumnyaBersama Dinkes, Polres Bekasi Ikut Gerakan Sehari Sejuta Vaksin
Artikel selanjutnyaKeluh Kesah Petani Karawang: Panen Melimpah, Harga Gabah Malah Anjlok