PURWAKARTA-Desa-Desa se Kabupaten Purwakarta kini memiliki aplikasi Aksi Desa yang disebut sebagai penunjang data masyarakat di wilayah desa masing-masing untuk memudahkan dalam kepengurusan kebutuhan kelengkapan administrasi masyarakat.
Tak tanggung-tanggung ratusan desa se Kabupaten Purwakarta menggelontorkan anggaran dari Dana Desa tahap Pertama yang diterima sekitar bulan Maret 2025 lalu.
“Anggarannya Rp.20 Juta per Desa, dan dianggarkan dari Dana Desa tahap pertama,”jelas salah satu Kepala Desa di Purwakarta Jumat (10/10).
“Penyedianya ada, mereka hanya menyediakan aplikasi dan perangkat lunaknya, dan sebelumnya ada pelatihan juga, tanya Sekjen Apdesi saja, waktu itu dia yang urus,”ungkap Kepala Desa.
Sementara Sekertaris DPC Apdesi Kabupaten Purwakarta Eep Saepul Malik saat dihubungi menjelaskan bahwa aplikasi tersebut sebagai salah satu persiapan Desa yang berbasis digital.
“Apdesi hanya memfasilitasi saja, ada vendor yang menawarkan aplikasi dan kita sampaikan kepada Kepala Desa,”jelas Eep yang juga sebagai Kepala Desa Taringgul Tonggoh Wanayasa.
“Ada yang mau menggunakan dan ada juga yang tidak, dan tidak juga dipaksakan karena ada juga desa yang sudah memiliki aplikasi sendiri,”ucapnya.
“CV Satria Langitindo dari Cianjur sebagai penyedia aplikasi sekaligus juga pengarah penggunaan aplikasi,”tegasnya.
“Ini dalam rangka persiapan Desa yang berbasis digital, jadi nantinya kita sudah siap dalam pelayanan adminstrasi apapun berbasiskan aplikasi,”pungkasnya.
Sementara sebelumnya Pemkab Purwakarta telah merealisasikan aplikasi yang berbasiskan webdesaku untuk 183 Desa, lalu bagaimana nasib aplikasi tersebut bila desa memiliki aplikasi lain selain webdesaku, sementara pemerintah sendiri mengatakan agar stop membuat aplikasi baru karena kerap menjurus menjadi proyek pemborosan dan keuntungan untuk diri sendiri atau kelompok. (trg)









