
“Sekarang berkurang karena banyak yang punya kendaraan sendiri, pakai ojol. Contohnya lintasan ke unsika, itu dulu ada trayeknya, tapi karena makin kesini makin sepi, jadi angkot gak mau lagi kesitu, akhirnya jadi gak aktif. Jumlah angkot juga udah berkurang,” ungkapnya.
Baca juga: Jelang Nataru 2025, Dishub Karawang Bakal Gencarkan Ramp Check Bus
Karena itu, pengadaan layanan bus lokal masih dalam pertimbangan.
Namun jauh sebelum itu, pihaknya sudah menampung keinginan masyarakat Karawang yang mengharapkan adanya bus atau mini bus sebagai layanan umum lokal. Namun pihaknya, masih akan mengkaji lebih dalam agar penggunaannya relevan, serta tidak terjadi gesekan antara angkot dengan bus.
“Aspirasi masyarakat udah ketampung, tapi bagaimanapun harus dikaji mendalam agar tidak rancu. Sebetulnya, jika ada bus, saya ada ide untuk meminimalisir gesekan dengan angkot, dimana bus gak boleh menurunkan penumpang sembarangan biar bus tersebut tidak menggangu angkot, harus ada rute khususnya tersendiri. Jadi harus dikaji terlebih dahulu, kita akan fokus dulu untuk evaluasi SK Bupati Karawang mengenai jaringan trayek, agar semuanya lebih tertata,” tutupnya. (*)








