Beranda Bekasi Setahun Menjabat, Kinerja PEN-TRI Berjalan Sesuai Rencana

Setahun Menjabat, Kinerja PEN-TRI Berjalan Sesuai Rencana

KOTA BEKASI, TVBERITA.CO.ID – Pada tanggal 20 September 2019 kemarin, tepat satu tahun kepemimpinan Walikota Bekasi Rahmat Effendi dan Wakil Walikota, Tri Adhianto (PEN-TRI). Secara umum dalam setahun ini janji-janji politik yang dituangkan di 40 program unggulan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan visi misi untuk periode 5 tahun sudah dicicil.

Pemerhati Kebijakan Publik Bekasi, Didit Susilo mengatakan, secara real kerja yang dilakukan pasangan tersebut sudah berjalan sesuai rencana seperti pembangunan empat RS tipe D, pendirian empat mal pelayanan publik, pembangunan berbasis IT (Smart City), transportasi terpadu (transpatriot) dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Meski beberapa program unggulan belum terealisasi maksimal karena kendala teknis dan administrasi, seperti pendidikan gratis 12 tahun, pemisahan aset PDAM Tirta Bhagasasi, bantuan intensif RT/RW untuk tahun ini.

“Dalam pengelolaan anggaran wajar saja jika ada rasionalisasi anggaran, apalagi program Kartu Bekasi Sehat (KS) untuk semua warga pastinya menyedot APBD,” ungkap dia, Senin (23/9).

“Terkait tunda bayar beberapa proyek infrastruktur kepada pihak rekanan juga masih bisa dipahami menunggu realisasi PAD tutup tahun anggaran. Persepsinya kepuasan publik yang masih signifikan meski ada beberapa kekurangan yang perlu terobosan,” tambah Didit.

Dari segi realisasi anggaran, kata dia, memasuki triwulan keempat per 23 September terbilang ada trend positif. PAD sudah ada peningkatan hingga capaian 50% lebih, realisasi belanja APBD 2019 total Rp2,9 triliun lebih (42, 43%) terdiri belanja tidak langsung (BTL) Rp1, 2 triliun lebih (45, 36%), belanja langsung/belanja publik (BL) Rp1,6 triliun lebih (40,53%).

“Dari data itu jelas masih wajar karena biasanya di triwulan empat akan terus meningkat termasuk PAD yang trendnya akan meningkat jelang tutup tahun anggaran 2019,” ujarnya.

Dijelaskannya, janji politik yang tertuang dalam RPJMD dan visi misi itu untuk lima tahun. Jadi yang diperlukan mencicil program tersebut disesuaikan proyeksi angggaran dan kemampuan keuangan daerah. Sehingga punya capaian dan parameter yang jelas bukan hanya mencap gagal dari persepsi politik.

“Ya real saja, lihat saja hebatnya program KS yang notabene negara saja dan kabupaten kota belum mampu meski memiliki APBD yang terbilang daerah kaya tapi Bekasi bisa realisasikan itu,” tandasnya. (ais/dhi)

Komentar Facebook