Beranda Regional Belajar Daring Tak Efektif, Murid Jadi Generasi Rebahan

Belajar Daring Tak Efektif, Murid Jadi Generasi Rebahan

Pembelajaran Daring yang saat ini dinilai menjadi solusi saat pandemi Covid-19, nyatanya tak serta merta di-amini oleh kalangan pendidik, karena terselip berbagai problem.

“Tidak adanya proses belajar langsung (tatap muka) mengakibatkan transfer ilmu antara guru dan murid tidak efektif. Kita tidak bisa memantau langsung perkembangan siswa,” keluh Kiki Supriatna, guru SDN Telagasari III, Karawang, Selasa. (16/2)

Apalagi, sebutnya, secara psikologis berdampak pada siswa jadi malas belajar. “Yang ada jadi malas, kalau di rumah kan pasti gampang bosan, interaksi dengan teman-teman sekelas gak ada, gak bisa belajar sambil bermain,” ucap Kiki.

Belum lagi, kata dia, orangtua banyak mengeluh untuk mendampingi proses belajar anak di rumah. “Seringnya terhambat karena keterbatasan kuota. Belum lagi dari kesibukan orangtua yang bekerja. Anak kan butuh pendampingan,” tambahnya.

Walaupun, diakui Kiki, secara pekerjaan meringankan guru, tapi untuk transfer keilmuan sangat tidak efektif.

Ia pun menyarankan pada pemerintah, khususnya Disdikpora, bisa memberikan izin agar pembelajaran di sekolah bisa tatap muka kembali.

“Adakan kembali tatap muka sembari menetapkan protokol 3M.

“Kan bisa dibagi per kelompok untuk masing-masing kelas. Tempatnya bisa di rumah murid atau di sekolah dengan durasi yang ditentukan. Yang penting, interaksi langsung antara guru dan murid tetap ada,” pungkasnya. (kie)