
KARAWANG – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia turut terasa di SDN Pisang Sambo 1, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang. Berbagai perlombaan digelar untuk memeriahkan suasana Agustusan, mulai dari fashion show hingga permainan yang dikemas unik dan melibatkan para siswa.
Berdasarkan pantauan pada Selasa, (18/8) suasana di lingkungan sekolah tampak meriah. Para siswa mengenakan pakaian bernuansa merah putih, sementara sejumlah perlombaan berlangsung di halaman sekolah.
Salah satu yang menarik perhatian yakni fashion show yang menampilkan kreativitas siswa dan orang tua. Sejumlah peserta tampil menggunakan kostum hasil kreasi dari bahan-bahan sederhana, seperti plastik dan tali rafia.
Baca juga: Bacakan Teks Proklamasi, Ketua DPRD Karawang Serukan Generasi Muda Perangi Hoaks
Ketua Pelaksana kegiatan, Eva Sofiawati mengatakan, perlombaan yang digelar di antaranya fashion show, estafet bendera, makan kerupuk, estafet karet menggunakan sedotan, hingga balap sarung.
“Yang unik itu balap sarung, bukan balap karung. Jadi di dalam satu sarung itu ada lima orang masuk, kemudian balapan sampai finish,” ujar Eva.
Menurutnya, permainan estafet karet menggunakan sedotan juga tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi turut melatih konsentrasi dan kemampuan motorik para siswa.
Sementara untuk fashion show, kreativitas orang tua turut menjadi bagian penting. Terutama siswa kelas rendah yang masih membutuhkan banyak pendampingan dalam mempersiapkan kostum.
“Yang effort-nya luar biasa itu dari orang tuanya juga,” katanya.
Baca juga: Ada 8 Perusahaan Terlibat Muluskan Kredit Fiktif Perumahan PT BAS di Karawang
Suasana Berbeda Karena Bangunan Lama Tengah Direvitalisasi

Namun, perayaan Agustusan tahun ini memiliki suasana yang sedikit berbeda. Sebab, bangunan lama SDN Pisang Sambo 1 yang menjadi bagian penting dari sejarah sekolah saat ini tengah menjalani proses revitalisasi. Area bangunan tersebut untuk sementara dipagari sehingga tidak dapat digunakan sebagai latar kegiatan seperti biasanya.
Kepala SDN Pisang Sambo 1, Hj. Amih mengatakan, sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah bersejarah di Karawang, bahkan memiliki nilai sejarah penting bagi Jawa Barat.
Berdasarkan catatan sejarah yang dimiliki sekolah, SDN Pisang Sambo 1 dibangun pada 1911 dan mulai dioperasikan pada 1912, atau telah berdiri sejak masa kolonial Belanda.
Baca juga: Siswi di Karawang Dibegal-Diancam Pakai Pisau, Ponsel dan Motor Raib
“Pisang Sambo 1 merupakan salah satu sekolah bersejarah di Karawang yang sudah ada sejak masa Belanda. Dibangun tahun 1911 dan mulai dioperasikan tahun 1912,” kata Hj. Amih.
Ia menjelaskan, keberadaan bangunan lama tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah. Bahkan, bangunan bersejarah serupa yang masih tersisa di Jawa Barat disebut tinggal berada di SDN Pisang Sambo 1 dan SD Dewi Sartika di Kota Bandung.
Karena itu, menurutnya, keberadaan bangunan tersebut perlu dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari sejarah pendidikan di Jawa Barat.
“Makanya ini harus benar-benar dijaga dan dilestarikan,” ujarnya.
Hj. Amih menambahkan, proses revitalisasi bangunan lama tersebut telah berlangsung sekitar tiga bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat kegiatan Agustusan tahun ini harus menyesuaikan dengan keterbatasan area sekolah.
Baca juga: Siap-siap 67 Desa Bakal Gelar Pilkades Digital 2026, Pendaftaran Calon Dibuka 5 September
Biasanya, kegiatan peringatan kemerdekaan digelar dengan latar bangunan cagar budaya yang menjadi ikon SDN Pisang Sambo 1.
Kendati demikian, keterbatasan lahan dan proses revitalisasi tidak menyurutkan semangat siswa dan pihak sekolah dalam merayakan HUT Kemerdekaan.
Semangat kemerdekaan tetap hadir melalui berbagai permainan, kreativitas siswa, serta keterlibatan orang tua. Di tengah proses menjaga warisan sejarah, halaman sekolah pun menjadi ruang bagi generasi baru untuk merayakan kemerdekaan dengan cara mereka sendiri. (*)








