Beranda Karawang Bikin Nyesek Cerita Korban Banjir Karangligar

Bikin Nyesek Cerita Korban Banjir Karangligar

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Beberapa bulan ini hujan terus mengguyur kota Karawang, mengakibatkan meluapnya sungai citarum dan Sungai Cibeet. Akibat luapan tersebut, beberapa daerah terkena banjir termasuk Desa Karangligar Kecamatan Telukjambe Barat yang menjadi langganan banjir disetiap musim penghujan. Di Tahun 2020 ini Karangligar di landa beberapa kali banjir, masyarakat tergopoh-gopoh berusaha menyelamatkan harta berharganya, tidak main-main banjir berhasil menenggelamkan rumah warga, seperti lautan jika dilihat melalui kamera drone.

Saat didatangi wartawan tvberita.co.id, Pak Nur laki-laki berusia 50 tahunan warga RT 03 Desa Karangligar bercerita betapa tidak tenangnya dirinya dan masyarakat karangligar jika hujan deras terus mengguyur, tengah malam mereka terpontang-panting, gugup dan kaku bagiamana caranya menyelematkan harta berharga mereka, mereka membawa apa yang bisa diselamatkan saja dengan listrik yang di padamkan oleh PLN demi keamanan tentunya. Mereka pergi ke jalan, jembatan yang tidak terkena banjir, mereka tidur disana di dalam tenda-tenda darurat, perekonomian mereka lumpuh, harta benda hanyut terbawa air.

Berbanding terbalik dengan Kehidupuan para pejabat di Karawang yang hidup dengan mewah dengan segala fasilitas yang mereka terima dari hasil keringat rakyat. Menurut Pak Nur mereka sempat datang ke kantor Pemda, bukan malah disambut dengan baik, para pejabat Pemda dari jajaran legislatif menyela “Masyarakat Karangligar jangan bikin rusuh”.

Jelas perkataan itu mengusik nurani kemanusiaan kita, bukan hanya masyarakat Karangligar yang geram, sayapun geram sebagai seorang wartawan yang turun langsung mengunjungi desa karangligar.

“Kita hanya ingin menyampaikan usulan-usulan soal penanganan Banjir, tapi malah dibilang seperti itu”, ujar Pak Nur.

Banjir Karangligar ini selalu menghantui warga sekitar, selain menguras tenaga, harta benda juga menguras air mata.

Masyarakat Karangligar mencoba bersuara dengan memasang puluhan spanduk tuntutan terhadap Pemda Karawang, tapi sayang mereka malah dituduh mau mengkudeta Bupati dan akhirnya spanduk itupun di copot oleh pasukan (tidak saya sebutkan namanya). Lengkaplah penderitaan mereka, kata GusDur tidak ada yang lebih penting dari politik selain kemanusiaan. (Dd/dhi)