
KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang menyambut positif peningkatan status Bank Jabar Banten (Bjb) Syariah dari Kantor Cabang Pembantu (KCP) menjadi Kantor Cabang (KC), sebagai langkah strategis mendukung pertumbuhan ekonomi daerah di sektor industri dan agrikultur.
Dalam peresmian perubahan status tersebut, Asisten Daerah III (Asda 3) Arief Bijaksana Mariugo menyampaikan bahwa masyarakat Karawang merespons positif perubahan status BJB Syariah dari KCP menjadi KC.
“Perubahan ini selaras dengan moto Karawang Maju,” ujarnya, Kamis (10/7).
Baca juga: Bank bjb-Pemkab Karawang Perkuat Kolaborasi, Optimalkan Transaksi Digital lewat KKPD
Karawang disebut memiliki dua kekuatan utama, yaitu sektor agrikultur dan industri.
“Luas lahan sawah di Karawang mencapai 101.000 hektar yang terbentang terutama di wilayah Rengasdengklok,” jelas Arief.
Dari jumlah itu, 87.000 hektar di antaranya telah dilindungi oleh Peraturan Daerah (Perda) sehingga tidak bisa dialihfungsikan.
Baca juga: Cari Bebek Saat Banjir, Anggota Linmas di Karangligar Karawang Diduga Hanyut
Kebijakan tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo terkait ketahanan pangan nasional.
“Karawang pernah menjadi lumbung beras terbesar kedua setelah Indramayu, dengan produksi mencapai 1.041.530,95 ton,” katanya.
Pemerintah daerah kini fokus pada penelitian pH tanah, penggunaan pupuk organik, dan asuransi gagal panen bagi petani. Selain agrikultur, Karawang juga memiliki 7 kawasan industri dengan sekitar 1.200 pabrik.










