Beranda Regional Bocah SD di Karawang Dicabuli Tukang Bakso

Bocah SD di Karawang Dicabuli Tukang Bakso

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Siswi kelas 6 sekolah dasar (SD) di wilayah Kecamatan Karawang Timur, menjadi korban pencabulan seorang tukang bakso keliling. Ironisnya, pelaku adalah tetangga korban sendiri yang leluasa mencabuli korban sebanyak 5 kali dalam 1 minggu, ketika rumah kontrakan korban sedang kosong.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Karawang, IPDA Herwit Yuanita mengatakan, tersangka adalah Mirfan Sugianto (22), warga Kampung Maja Barat, Desa Margasari, Kecamatan Karawang Timur, yang sehari-hari bekerja sebagai penjual bakso keliling.

“Korbannya adalah YM (12), tetangga pelaku yang masih di bawah umur,” ujarnya, Rabu (29/11).

Herwit menjelaskan, kasus pencabulan tersebut terjadi pada hari Senin (20/11) pekan lalu, sekitar pukul 10.00 WIB di rumah kontrakan korban. Pada saat itu, kontrakan tengah dalam keadaan sepi dan hanya ada korban, karena orang tua korban sedang bekerja.

“Awalnya tersangka mengajak ngobrol korban, kemudian merayu mengajak bersetubuh. Korban sempat menolak, tapi pelaku langsung mengunci pintu kontrakan dan menarik korban sampai terjatuh ke kasur,” katanya.

Tersangka kemudian menyuruh dan memaksa korban membuka pakaian, kemudian tersangka melancarkan nafsu bejatnya. Agar korban tidak melaporkan perbuatannya, tersangka memberi uang sebesar Rp 5.000 pada korban untuk membeli jajanan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata tersangka menyetubuhi korban lebih dari 1 kali. Sejak awal kejadian sampai tersangka diamankan, tersangka mencabuli korban sebanyak 5 kali,” kata Herwit.

Perbuatan bejat tersangka terbongkar setelah ibu korban membaca diary atau buku catatan harian milik korban. Dan setelah dikonfirmasi, korban mengakui telah digagahi oleh tersangka.

“Keluarga korban kemudian membawa pelaku ke Mapolres Karawang, Kamis (23/11) malam, didampingi petugas dari polsek. Keluarga lalu melaporkan hal tersebut pada Jumat (24/11) pagi,” katanya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenai Pasal 82 Ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman kurangan penjara minimal 5 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.(put/ds)