Beranda Headline Bongkar Korupsi Uprating PDAM, Yogie Harus Buka-bukaan

Bongkar Korupsi Uprating PDAM, Yogie Harus Buka-bukaan

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID– Kasus dugaan korupsi uprating PDAM Karawang yang ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Barat mulai terang benderang. Sebelumnya Kejati telah menetapkan tiga tersangka yaitu eks Direktur Utama PDAM Tirta Tarum Yogie Patriana Alsjah, eks Kasubbag Perencanaan Teknik PDAM Tirta Tarum Jumali dan Didi Pramadi dari PT Darma Premandala selaku rekanan PDAM Tirta Tarum. Ketiganya sudah dibui.

Asep Agustian, Pengamat Hukum dan Pemerintahan berharap kepada Yogie Patriana Alsjah (eks Direktur Utama PDAM Karawang) agar membongkar semua nama yang terlibat dalam aliran dana korupsi.

“Bongkar semuanya. Kalau ada keterlibatan para petinggi, sudah sebutkan saja kenapa mesti takut, kalau ditelan sendiri rasakan akibatnya,” kata Asep.

“Sekalipun orang nomor satu, dua, atau tiga, kalau turut menikmati hasil korupsi kenapa tidak dibongkar? Kenapa mesti takut?” tutup Asep.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menetapkan tiga orang tersangka atas kasus korupsi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tarum Kabupaten Karawang. Ketiga orang tersebut langsung dijebloskan ke bui. Ketiganya yaitu eks Direktur Utama PDAM Tirta Tarum Yogie Patriana Alsjah, Jumali eks Kasubbag Perencanaan Teknik PDAM Tirta Tarum dan Didi Pramadi dari PT Darma Premandala selaku rekanan PDAM Tirta Tarum.

“Kita langsung melakukan penahanan terhadap tiga orang tersangka,” ucap Kasipenkum Kejati Jabar Abdul Muis Ali di kantor Kejati Jabar, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (17/2/2020).

Abdul menuturkan kasus tersebut merupakan dugaan penyimpangan pekerjaan optimalisasi instalasi pengolahan air (IPA). Menurut Abdul, kasus ini berawal dari adanya sisa anggaran investasi di tahun 2015 senilai Rp 19.236.601.038 yang belum terpakai.Dengan adanya sisa anggaran tersebut, Yogi selaku Dirut meminta bawahannya untuk membuat justifikasi teknis sebagai dasar untuk dilakukan pelelangan dalam kegiatan pekerjaan peningkatan kapasitas atau uprating optimalisasi IPA dengan anggaran Rp 5.492.210.000.

“Padahal tersangka sebagai pengguna anggaran mengetahui kalau di dalam RKAP (rencana kerja dan anggaran perusahaan) PDAM tahun 2015 tidak ada kegiatan pekerjaan peningkatan kapasitas atau uprating dan optimalisasi IPA PDAM Tirta Tarum,” katanya. (fzy/dtk/dbs)