Beranda Regional Bos Kemenag Bantu Rehab DTA Ambruk di Tempuran

Bos Kemenag Bantu Rehab DTA Ambruk di Tempuran

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Kepala Kementerian Agama Karawang tinjau langsung DTA Nurul Huda, Desa Purwajaya Kecamatan Tempuran yang ambruk Jumat pekan lalu. Didampingi Wakil Ketua DPRD Sri Rahayu Agustina dan Camat Tempuran, DTA induk yang kini siswanya terpaksa belajar di pelataran Musala tersebut, kontan diberikan bantuan rehabilitasi Rp50 juta kepada kepala DTA di lokasi tersebut.

Kepala Kemenag Karawang H Sopian mengaku prihatin, karena di era saat ini masih ada potret madrasah rusak hingga ambruk semacam ini. Menurutnya, hal ini tentu terjadi karena Madrasah DTA tersebut kepemilikannya adalah dari dan untuk masyarakat.

“Karenanya, DTA Nurul Huda ini menjadi satu potret sisi lain DTA yang ada di Karawang. Sebab, dari 1.050 yang tersebar di 30 Kecamatan, bangunan DTA kurang lebih sama kerusakannya seperti di Nurul Huda,”katanya.

Ia berharap, kepada KUA setempat untuk selalu sigap melaporkan kondisi DTA dan juga MI, MTs dan MA yang ada di Karawang. Apalagi, DTA ini tidak seperti Madrasah atau sekolah negeri, yang setiap 5 tahun sekali dapat bantuan rehabilitasi dari Pemerintah.

“Karena DTA ini murni dari masyarakat, bahkan dibangun juga kebanyakan di tahun-tahun yang sudah lawas. Kita prihatin, sebab sekarang ini ternyata masih ada madrasah ambruk. Ya memang lembaga ini adalah milik masyarakat yang dipelihara dan perhatikan masyarakat,”ujarnya.

Sophian mengaku miris ketika melihat langsung DTA Nurul Huda. selain siswanya harus belajar di Musala, lembaga yang juga menaungi TPQ ini harus bersabar menanti rehabilitasi bangunan dua rombel yang kabarnya sudah dikosongkan satu semester terakhir.

Karenanya, Pihak Kemenag, berikan stimulan bantuan  langsung tunai kepada pihak DTA Rp50 juta. “Tentu, ini tidak cukup. Tapi ini bisa jadi pemancing untuk tambahan dari sumber lainnya. Baik dari aspirasi, PUPR maupun bagian Kesra Karawang,”ujarnya.

Sementara itu, Guru DTA Nurul Huda, Tata Unaya mengatakan, pihak madrasah DTA sangat apresiasi atas kesigapan pihak Kemenag yang sudah memberikan bantuan untuk rehabilitasi pada bangunan yang dihuni 61 siswa dan 30 an siswa dari Pulogebang.

Sebab, DTA ini adalah lembaga induk yang tua yang sudah punya nomor statistik. Didirikan 1976, DTA gabungan bersama TPQ ini pernah direhab tahun 1998, itupun terus perbaikan. Namun material yang lapuk dimakan usia, sudah tidak bisa menahan daya berat bangunan.

“Bangunan ini memang dikosongkan selama satu semester ini. Siswa belajar di Musala sementara,”katanya. 

Hadir dalam kesempatan penyerahan bantuan Kemenag tersebut, Kepala DTA Ustad Hasyim, Kepala KUA, Camat Tempuran dan Kades Purwajaya.(kb)