Beranda Regional BPNT Pakisjaya Diduga Jadi Ajang Bancakan Oknum

BPNT Pakisjaya Diduga Jadi Ajang Bancakan Oknum

PAKISJAYA, TVBERITA.CO.ID- Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari pemerintah pusat kepada para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah Kecamatan Pakisjaya diduga menjadi ajang bancakan oknum.

 

Hal itu terungkap berdasarkan keterangan warga Pakisjaya, berinisial T dan S. Mereka mengatakan persoalan BPNT di Pakisjaya memasuki babak baru, setelah sebelumnya oknum TKSK nekad mengurangi timbangan, kini penyaluran bantuan BPNT diduga menjadi ajang bancakan.Menurut penuturan T, di beberapa desa yang ada di Pakisjaya, pengelola atau supplier beras diduga main mata dalam penyaluran BPNT.

Adanya selisih harga beras yang dibeli dan disalurkan menciptakan peluang bagi hasil (bancakan) pihak-pihak yang berkepentingan.

“Informasi yang saya dapat dalam penyaluran BPNT ini, untuk Muspika Kecamatan Pakisjaya diberi jatah Rp 500 perkg nya,” ungkap T, saat dikonfirmasi, Kamis, (14/03).

Ditambahkannya, pembelian beras dari pabrik penggilingan padi berikut pengepakan sampai ke masing-masing E-warung sebesar Rp 9.800 perkgnya.

Sementara E-warung membayar kepada suplier sesuai juklak dan juknis sebesar Rp. 10.500 perkg nya. Selisih sebesar Rp. 700 perkg nya tersebutlah menurutnya yang dijadikan ajang bancakan.

“Yang jelas begitu pak, dari selisih Rp. 700 itu, katanya Rp. 500 untuk Muspika dan Rp. 200 nya untuk eksternal.  Saya gak tahu yang dimaksud eksternal itu apa,” imbuhnya.

Sementara itu, Tenaga Kerja Sukarela Kecamatan (TKSK) Pakisjaya, Robi, saat dihubungi via selulernya mengatakan untuk penyaluran beras BPNT terakhir dirinya mengaku tidak tahu apa-apa. Dirinya mengaku masih fokus pada permasalahan hukum yang menjeratnya, akibat adanya dugaan pengurangan tonase beras pada penyaluran BPNT sebelumnya.

“Untuk penyaluran saat ini, saya tidak tahu apa-apa kang, saya masih fokus pada penyelidikan dari Polres Karawang. Untuk penyaluran BPNT sudah saya serahkan kepada masing-masing desa, tetapi saya mendengar ada sih orang yang mengaku media menawarkan beras kepada masing-masing E-warung,” ungkapnya.

Camat Pakisjaya, Irlan Suarlan, menampik adanya bancakan dalam penyaluran beras BPNT di wilayahnya. Dia menjamin pihak Kecamatan Pakisjaya tidak pernah mengkondisikan atau menerima bagian dalam penyaluran BPNT di wilayahnya. Adapun adanya selisih harga dalam penyaluran beras tersebut merupakan segi bisnis saja.

“Kami tidak pernah menerima apapun dalam penyaluran beras BPNT, kami hanya memastikan penyaluran BPNT tersebut sudah sesuai dengan aturan yang ada. Semua sudah diserahkan kepada masing-masing desa,” ungkap Irlan Suarlan.

Pada kesempatan lain, baik T maupun S, sebagai warga Pakisjaya berharap agar bantuan BPNT yang diterima warga, dikelola dengan baik tidak dijadikan ajang bancakan dengan menghalalkan segala cara.Pasalnya adanya permainan harga tersebut menurutnya memungkinkan menyebabkan adanya pengurangan kualitas beras yang disalurkan.(yay/ris)

Komentar Facebook