Beranda Regional Bupati Bekasi : Tak Ada Istilah Warga Miskin Tak Boleh Sakit

Bupati Bekasi : Tak Ada Istilah Warga Miskin Tak Boleh Sakit

TVBERITA.CO.ID -Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengatakan Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus berupaya untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi warganya. Tidak hanya bagi yang mampu tetapi juga seluruh warga yang masuk dalam kategori tidak mampu.

Sejalan dengan itu pula, untuk mendukung keikutsertaan jaminan kesehatan yang mudah dan cepat, telah dilakukan penandatanganan kerjasama Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) antara Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan BPJS Kesehatan Cabang Cikarang, yang dihadiri langsung Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja di Ruang Rapat Bupati Bekasi, pada Selasa (30/06/20).

“Syukur Alhamdulillah, Kabupaten Bekasi adalah yang pertama di Jawa Barat yang telah berada di level Universal Health Coverage dengan kepesertaan mencapai hampir 100 persen. Hal ini merupakan wujud dari komitmen Pemerintah Daerah untuk memberikan kepastian jaminan kesehatan bagi seluruh warga,” kata Eka.

Bupati juga mengatakan, dengan adanya kerjasama ini, mulai 1 Juli 2020, warga Kabupaten Bekasi khususnya yang tidak mampu yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan dengan menggunakan BPJS tidak perlu lagi harus menunggu waktu yang lama. Daftar hari ini, bisa langsung aktif hari itu juga. Sehingga langsung bisa digunakan untuk mendapatkan layanan kesehatan di fasilitas kesehatan (faskes) yang telah bekerjasama.

“Semoga kedepan tidak lagi ada istilah warga miskin tidak boleh sakit karena semuanya sudah bisa tercover untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Cikarang dr. Ivan mengatakan, tujuan dilakukan penandatanganan kerjasama tersebut untuk memastikan agar seluruh penduduk di wilayah Kabupaten Bekasi sudah terproteksi dalam program. Artinya penduduk harus memiliki akses finansial untuk layanan kesehatan

Untuk wilayah Kabupaten Bekasi masyarakat yang dicover dalam program JKN sudah masuk ke level  UHC (Universal  Health Coverage), artinya bahwa yang dicover melalui program melampaui atau melebihi 95 persen.

“Jadi untuk Kabupaten Bekasi sendiri capaian penduduk yang dicover dalam program itu sudah mencapai 99,49 persen.¬† Ini merupakan capaian yang sangat luar biasa, hal ini menunjukan bahwa pemerintah hadir dalam rangka memastikan masyarakat Kabupaten Bekasi terlindungi dalam program Jaminan Kesehatan Nasional,” terangnya. (gil/fzy)