
KARAWANG – Di tengah kesibukannya sebagai kepala daerah, Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengambil langkah tak biasa. Ia kembali duduk di bangku kuliah.
Bupati Aep saat ini terdaftar sebagai mahasiswa pascasarjana Program Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika).
“Saya pikir saya yang paling tua, ternyata ada juga yang lebih tua,” canda Bupati Aep usai kegiatan Penyambutan Mahasiswa Baru Pascasarjana Unsika di Aula Syekh Quro Unsika, Selasa malam (5/8).
Baca juga: Empat Buruh Diduga Jadi Korban PHK Sepihak, Diadukan ke Disnakertans Karawang
Langkah yang ia ambil, menurutnya berangkat dari kesadaran bahwa proses belajar tidak pernah selesai. Usia, kata dia, bukanlah halangan untuk terus belajar.
Hal itu terbukti saat ia melihat banyak mahasiswa pascasarjana beragam usia dan profesi. Ada yang dari kalangan pengusaha, pimpinan perusahaan hingga pejabat legislatif.
“Ilmu itu tidak melihat tua atau muda. Yang penting ada kemauan,” ujarnya.
Keputusannya untuk mengambil Ilmu Komunikasi bukan tanpa pertimbangan. Sebelumnya, ia sempat ditawari untuk mengambil jurusan Ekonomi dan Hukum. Namun setelah berpikir panjang, ia merasa ilmu komunikasi lebih cocok dengan peran dan tanggung jawabnya saat ini.
Baca juga: Heboh 35 Anggota DPRD Purwakarta Terima BSU 2025, Kok Bisa?
Disinggung soal caranya membagi waktu antara kuliah dengan melayani masyarakat, Aep akui tentu tidak mudah.
Namun ia meyakini dengan manajemen waktu yang tepat, semua bisa dijalani.
“Sekarang bisa lewat Zoom, bisa fleksibel. Tinggal bagaimana kita mau menyisihkan waktu,” katanya.
Bagi Aep, gelar bukanlah tujuan utama. “Yang penting bukan soal titel, tapi soal niat. Ilmu itu untuk diamalkan, untuk jadi bekal dalam menjalankan amanah,” ujarnya.
Terima 161 mahasiswa pascasarjana

Rektor Unsika, Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, S.H., M.Sc. menyebut jumlah mahasiswa pascasarjana di tahun akademik 2025/2026 sebanyak 161 mahasiswa.
“Jumlahnya 161 mahasiswa dari 8 prodi,” kata dia.
Adapun kehadiran Bupati Aep sebagai mahasiswa Unsika, menurutnya menambah warna baru di lingkungan civitas akademika Unsika.
“Itu sebenarnya keuntungan plus bagi kita. Jadi orang ketemu Pak Bupati itu gampang. Kalau di kantor kan susah banyak protokolnya gitu. Ya tapi artinya dalam arti lain kita menikmati bahwa warna kehidupan itu tidak monoton gitu, karena di sini kalau mahasiswa itu memang cair gitu,” papar Rektor.
Baca juga: Unsika Groundbreaking Gedung Kuliah Terpadu, Rektor Targetkan Tahun Depan Rampung
“Dan juga berbagai profesi itu sudah mewarnai tersendiri gitu kan, jadi kita bisa melihat sesuatu itu dari berbagai perspektif sehingga kita bisa lebih komprehensif dalam melihat atau menilai sesuatu seperti itu,” lanjutnya.
Banyaknya sosok pembesar dari beragam latar belakang di Unsika, ia harapkan bisa menjadi manfaat nyata dalam memajukan dunia pendidikan di Karawang.
“Kawan-kawan yang sinergi itu dari berbagai profesi untuk bisa bersinergi dan juga bisa bekerja sama antara instansi, antara institusi untuk kemajuan kita khususnya Karawang dan Unsika,” tandasnya. (*)








