
KARAWANG – Sebuah cerita pilu menambah duka di tengah kepungan banjir Karangligar. Amin (60), seorang anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Karangligar, Kabupaten Karawang, dilaporkan hilang diterjang banjir sejak Rabu (9/7) pagi.
Ia diduga kuat hanyut terseret arus banjir yang deras saat berupaya mencari puluhan ekor bebek peliharaannya. Tim SAR gabungan kini berjibaku melakukan pencarian di tengah genangan air yang masih tinggi.
Menurut keterangan Kaming, anggota Satuan Tugas Penanggulangan Bencana (Satgas PB) yang berada di lokasi, kronologi hilangnya Amin bermula ketika ia berpamitan kepada keluarganya sekitar pukul 06.00 WIB.
Tujuannya adalah mencari 40 ekor bebeknya yang sebagian sudah hilang sejak hari sebelumnya akibat luapan banjir.
Baca juga: Dongkrak Pariwisata, Disparbud Karawang Bakal Luncurkan Website-Podcast Budaya
Amin kemudian menitipkan sepeda motornya di salah satu rumah warga yang tidak terendam banjir. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, menyusuri jalanan yang masih terendam air cukup dalam di area Kampung Pangasinan 004/001, Desa Karangligar.
Di tengah perjalanan, Amin sempat bertemu dengan Odin, seorang warga yang sedang memancing di tepi genangan air. Odin sempat bertanya ke mana Amin hendak pergi, dan Amin menjawab bahwa ia akan “nyari bebek 40 ekor yang hilang.” Odin juga secara spontan bertanya apakah Amin bisa berenang, dan Amin menjawab “bisa.”
Setelah percakapan singkat itu, Amin melanjutkan langkahnya mengikuti jalan yang masih terendam, semakin menjauh dari pandangan Odin. Odin pun tetap memperhatikannya dari kejauhan, memastikan Amin melangkah dengan hati-hati di tengah arus air.








