Beranda Regional Caustic Soda Pindo Deli II Ditolak Warga, DLHK: Sedang Dikaji

Caustic Soda Pindo Deli II Ditolak Warga, DLHK: Sedang Dikaji

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Kepala DLHK Karawang Wawan Setiawan membenarkan pihaknya sedang mengaji ulang izin plant caustic soda yang sempat dibekukan.
“Iya benar, saat ini memang sedang dibahas, baru beberapa pekan mereka mengajukan lewat Pak Syamsu Sobar (Mantan Ketua Apindo Karawang, red),” kata Wawan. 
 
Namun nampaknya DLHK belum mengecek langsung ke lokasi plant caustic soda untuk memastikan pipa yang bocor sudah diperbaiki. Wawan hanya mengatakan meminta PT Pindo Deli segera melakukan sosialisasi kepada warga. Ia berjanji akan ikut hadir sembari mengecek langsung plant caustic soda.
 
“Kalau diundang pas sosialisasi saya pasti akan hadir sambil mengecek,” katanya.
 
Sebelumnya diberitakan, Warga Dusun Cigempol Desa Kutamekar, Ciampel kaget mendengar Plant Caustic PT Pindo Deli II Soda akan dibuka lagi.Mereka menolak plant yang terdapat gas klorin itu dibuka lagi. Mereka masih ketakutan kejadia keracunan masal yang sering terjadi ketika plant cs beroperasi terulang lagi.
 
Salah seorang warga sekitar perusahaan. Tepatnya warga RT 001 RW 002 Dusun Cigempol, Desa Kutamekar, Ciampel, Jumin tak bisa menutupi muka khawatirnya saat ditanya mengenai rencana Plant Caustic Soda yang akan beroperasi lagi. Ia mengakui, warga sekitar masih ketakutan. Terlebih dirinya. 
 
Ia merupakan satu dari sekian puluh warga yang sudah mengami nyawanya hamper terancam karena keracunan gas klorin yang bocor dari plant caustic soda. “Maunya saya sih ya jangan sampai buka lagi,” ujar Jumin.
 
Tak hanya Jumin. Salah seorang tokoh masyarakat sekitar pebrik PindoDelli II Plant Caustic Soda, Adi, pun kaget mendengar ini. Ia menuturkan seharusnya pihak perusahaan melakukan musyawarah terlebih dahulu dengan masyarakat setempat.
 
“Jika plant Causatic Soda PT. Pindo Delli ingin beroperasi kembali harusnya mengadakan musyarawah dan juga rapat dengan warga setempat yang selalu menjadi korban keracunan gas klorin,” katanya.(KB)