Beranda Regional Cegah Korupsi, Dosen FKIP Unsika Punya Pembelajaran Efektif dengan Film Dokumenter

Cegah Korupsi, Dosen FKIP Unsika Punya Pembelajaran Efektif dengan Film Dokumenter

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) punya model pembelajaran efektif dalam memberikan pendidikan antikorupsi sejak dini. Mereka melakukan pelatihan pembuatan film dokumenter berbasis pendidikan ke pengurus OSIS SMPN 1 Rawamerta dan SMPN 2 Rawamerta Kabupaten Karawang, beberapa waktu yang lalu.

Program pelatihan ini adalah salah satu dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi Pengabdian pada Masyarakat.

Ketua Program, Roni Nugraha Syafroni, M.Pd kepada media mengatakan, korupsi adalah masalah warga negara yang harus dicegah dan ditanggulangi. “Mulai dari hal terkecil dalam keseharian kita, penanggulangan dan pencegahan korupsi bukan hanya tugas KPK, atau pemerintah, tapi merupakan masalah bersama.”

Bentuk pencegahan, kata Roni, bisa dilakukan sejak di bangku sekolah. “Salah satunya adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang diharapkan mampu membantu masyarakat khususnya para siswa dalam menanamkan nilai-nilai antikorupsi,” kata Roni.

Roni bersama rekannya, Wahyudin Fitriyana, M.Pd memilih model pembelajaran berbasis teori film dokumenter.

“Dengan model pembelajaran ini diharapkan siswa dapat lebih empiris mengenal, memaknai, dan menerapkan jiwa antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari mulai dari dini,” sambung Roni.

Dari pelatihan ini kami dapat simpulkan, ujar Wahyu, siswa di SMPN 1 dan 2 Rawamerta secara umum masih menganggap korupsi sebagai perilaku pejabat publik yang merugikan keuangan negara dan melawan hukum. “Sedangkan perilaku koruptif seringkali mereka temui dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Mata pelajaran PKn dan agama saja tidak cukup memberikan pemahaman perilaku koruptif tersebut,” kata Wahyu.

Para dosen menarik kesimpulan, diperlukan pelatihan dan pembimbingan berkesinambungan dalam rangka menyiapkan generasi antikorupsi. “Eksistensi mitra terhadap lingkungan memiliki makna yang sentral dan strategis karena mereka merupakan pendidik tingkat menengah.”

Terakhir, Roni dan Wahyu berharap kegiatan ini bisa memberikan bekal keterampilan kepada siswa dalam mensosialisasikan dampak korupsi bagi kehidupan bangsa dan negara. (fzy/dhi)