Beranda Headline Cerita Haris Bounandar, Pelukis yang Karyanya Dihargai 20 Perak, tapi Kini Diminati...

Cerita Haris Bounandar, Pelukis yang Karyanya Dihargai 20 Perak, tapi Kini Diminati Kolektor Belanda

Pelukis Haris Bounandar
Haris Bounandar, pelukis yang karyanya dihargai Rp 20 perak hingga diminati kolektor Belanda.

KARAWANG – Haris Bounandar adalah pelukis asal Karawang. Haris meniti karir sebagai pelukis sejak tahun 1980 silam.

Haris masih ingat betul, harga lukisan pertama yang ia jual dihargai senilai Rp 20 perak. Harga itu didapat kala Haris masih duduk di bangku SMP sejak tahun 80-an.

Dari sana, dia terus menekuni seni lukis hingga akhirnya pindah ke Jakarta untuk terjun menjadi pelukis profesional.

Di Jakarta, Haris terus mencari inspirasi dan mengasah kemampuan melukisnya. Di samping sebagai pelukis, Haris Bounandar juga bekerja di sebuah proyek. Ia bekerja sekaligus mulai mendapatkan pesanan dari klien yang berminat pada karyanya.

Baca juga: Mengenal Komunitas Lamun, Kelompok Pemuda yang Getol Membumikan Sastra di Karawang

“Saya dapet inspirasi dari mainan anak-anak, selain itu saya terinspirasi dari pelukis yang sudah jago. Semakin terasah, saya mulai menerima pesanan (lukisan). Saya kerja di proyek sambil mengerjakan pesanan dengan serius supaya orang senang,” ungkapnya kepada tvberita.co.id, Selasa (11/4).

Ia menjelaskan, identitas karya lukisnya adalah forg ekspresionis atau kebebasan ekspresi tanpa ada ketentuan, dan ciri khas-nya ada pada penekanan garis putih.

Identitas tersebut ia peroleh sejak 7 tahun terakhir, itu pun sudah melalui berbagai pencaharian dari mulai realis, abstrak, ekspresionis, abstrak sistem cipratan hingga forg ekspresionis.

Baca juga: Berbahasa dan Bersastra Sunda Pecahkan Rekor MURI

“Pertama saya belajar menggambar realis seperti pemandangan alam, dapat juara utama di lomba tingkat nasional. Saat ini identitas yang saya temui adalah porg ekspresionis, pergulatan garis putih,” paparnya.

Perjalannya yang panjang tentu membuahkan hasil, karya-karyanya kini telah berhasil dijual dibeberapa pameran tingkat nasional. Bahkan lukisannya sudah terjual dan dikoleksi oleh pembeli dari Belanda.

“Saya udah jual ke pameran di Jakarta, Bandung. Karya saya juga udah dikoleksi sama orang Belanda. Harganya kisaran Rp 10 juta untuk satu lukisan,” tutupnya. (*)