Beranda Bekasi Banyak Pelajar dan Sekolah Berprestasi di Kabupaten Bekasi

Banyak Pelajar dan Sekolah Berprestasi di Kabupaten Bekasi

CIKARANG PUSAT, TVBERITA.CO.ID – Untuk mendapatkan generasi penerus yang tidak hanya pinter tetapi juga memiliki karakter. Bupati Bekasi, H. Eka Supria Atmaja telah memerintahkan Dinas Pendidikan untuk melaksanakan pendidikan berkarakter.

Hal itu diungkapkan oleh Carwinda, Kepala Dinas Pendidikan Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi. Dihadapan sejumlah awak media yang menemuinya usai acara Pendidikan Berkarakter. Yang telah dicanangkan Bupati.

Acara pencanangan itu sendiri dilaksanakan di Gedung Wibawa Mukti, Kompleks Perkantoran Pemda Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat. Rabu, 22 Oktober 2019.

Berkenan hadir pada acara tersebut, Bupati Bekasi, H. Eka Supria Atmaja SH, Direktur Bank BJB dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Acara yang dikemas secara apik menampilkan sejumlah tari-tarian, puisi dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh siswa-siswi SD dan SMP, Cibarusah, Cikarang Selatan dan Tambun Selatan. Dan juga tari-tarian dari TK Pembina, Cikarang Selatan.

Menurut Carwinda, banyak pelajar dan sekolah-sekolah di Kabupaten Bekasi yang berprestrasi. Jadi tidak benar jika dikatakan bahwa sekolah-sekolah tidak berprestrasi.

Para pengajar di sekolah-sekolah juga telah memodifikasi aturan berpakaian seragam. Misalnya, pada hari senin memakai baju seragam sekolah sesuai jenjang. Hari Selasa memakai seragam Pramuka. Hari Rabu memakai baju nusantara (pakaian daerah). Hari Kamis memakai baju batik sekolah. Hari Jum’at memakai pakaian agamis sesuai dengan agama yang dianut. Hari Sabtu berpakaian bebas, sesuai dengan ekstra kulikuler yang diambilnya. Dan pada hari minggu, bekerja sama dengan orang tua murid menyiapkan anak didik untuk bersikap dewasa.

Yang dimaksud dengan bersikap dewasa, adalah membantu pekerjaan rumah. Seperti menyapu, memasak bahkan mencuci mobil atau motor.

“Bisa sajakan, guru memberi tugas kepada anak didik untuk mengerjakan pekerjaan rumah dan difoto. Seperti yang tadi diperlihatkan.” Ujar Carwinda.

Menurutnya, hal-hal seperti itu perlu dikenalkan dan diingatkan kepada anak didik. Agar anak didik tidak menjadi anak yang manja atau malas dalam bekerja.

“Apa-apa Bibi, apa-apa Bibi.” Ujar Carwinda mencontohkan keluarga menengah atas. Yang sudah terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah kepada asisten rumah tangga. (hms/kb)