Beranda Bekasi Kedapatan Merokok di Lokasi Kantor akan Didenda 200 Ribu

Kedapatan Merokok di Lokasi Kantor akan Didenda 200 Ribu

CIKARANG PUSAT, TVBERITA.CO.ID – Peraturan Daerah (Perda) No. 1 Tahun 2018 Tentang Kawasan Tanpa Rokok. Terus disosialisasikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi. Agar dalam penegakannya tidak mengalami kendala yang berarti. Karena masyarakat luas sudah mengerti akan adanya perda tersebut.

 

“Saat ini hanya larangan iklan saja yang baru dijalankan.” Kata Dr. Irfan Maulana, MKK Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit pada Dinas Kesehatan Pemda Kabupaten Bekasi. Kepada Bekasikab.go.id yang menemuinya diruang kerjanya, Kompleks Perkantoran Pemda Kab. Bekasi, Cikarang Pusat. Senin, 14 Oktober 2019.

Menurutnya iklan (Billboard) rokok sudah tidak mendapatkan ijin dari pemda Kab. Bekasi. Sedangkan iklan yang sudah ada, tidak akan diperpanjang lagi.

“Namun demikian, Cukai rokok tetap kita dapatkan dan dapat dipergunakan untuk kegiatan. Yang memang ada peruntukannya.” Urai Dokter Irfan, panggilan akrab Dr. Irfan Maulana.

Sedangkan untuk penegakan item lain dari perda No. 1 tersebut. Selain bersandar pada peraturan Bupati Bekasi, terus disosialisasikan. Misalnya tempat-tempat yang dilarang merokok beserta sanksi yang diberikan apabila terjadi pelanggaran terhadap perda tersebut.

“Kami masih membuat perangkatnya. Seperti sistem aplikasi android, petugas penegak perda seperti Satpol PP dan stake holder terkait.” Lanjut dokter Irfan.

Dimisalkan oleh dokter Irfan. Jika kedapatan merokok di tempat-tempat yang telah diatur dalam perda. Petugas hanya memfotonya dan mengirimkan ke aplikasi andoroid yang telah kami siapkan. Apabila tidak ada tindakan, aplikasi tersebut berwarna merah. Apabila terjadi tindakan aplikasi tersebut berwarna hijau.

Adapun sanksi yang diberikan berupa Tindak Pidana Ringan (Tipiring). Perokok akan didenda sebesar dua ratus ribu rupiah atau kurungan selama 3 bulan. Sedangkan instansinya yang tidak melakukan tindakan akan didenda 10 juta rupiah.

“Uang denda akan masuk kas Daerah.” Ujar dokter Irfan.

Saat ini, sedang tahap sosialisasi Perda dan Perbupnya. Apabila perangkat sudah siap pakai, tentunya akan di launching. Agar masyarakat paham dan mau menjaga udara yang bersih dan sehat, bebas dari asap rokok dilingkungan yang telah ditentukan.

Didalam Perda, salah satu yang menjadi Kawasan Tanpa Rokok adalah Kompleks Perkantoran Pemda Kabupaten Bekasi.

“Jika sudah diberlakukan, maka tidak boleh merokok didalam kantor dan dilingkungan Pemda. Merokok silakan diluar pagar Pemda. Tidak ada lagi ruang khusus untuk merokok.” Tegas Dr. Irfan Maulana MKK, Kabid Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Pemda Kab. Bekasi. (hms/kb)