Beranda Headline Curhat Pedagang Bendera Merah Putih di Karawang: Penjualan Lesu, yang Dicari Malah...

Curhat Pedagang Bendera Merah Putih di Karawang: Penjualan Lesu, yang Dicari Malah One Piece

Pedagang bendera merah putih di karawang
Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI), para pedagang bendera di Karawang, Jawa Barat harus menghadapi kenyataan pahit. Alih-alih meraup omzet besar, pendapatan mereka justru merosot drastis.

KARAWANG – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI), para pedagang bendera di Karawang, Jawa Barat harus menghadapi kenyataan pahit. Alih-alih meraup omzet besar, pendapatan mereka justru merosot drastis.

Pedagang bendera di Jalan Ahmad Yani, Fariz (20) misalnya, mengeluhkan pendapatannya yang hanya menyentuh puluhan ribu per hari. Jauh berbeda dibanding tahun sebelumnya yang bisa menyentuh Rp 500 ribu per hari.

“Dibanding tahun sebelumnya, sekarang sehari paling cuma dapat Rp 50 ribu. Padahal biasanya kalau rame Rp 500 ribu,” kata Fariz, Kamis (7/8).

Baca juga: Ketua DPRD Karawang Minta Warga Jangan Latah Kibarkan Bendera One Piece Jelang HUT ke-80 RI

Ia menilai, merosotnya penjualan bendera merah putih karena masyarakat lebih gemar belanja secara online. Selain lebih murah, cara mendapatkannya pun lebih praktis.

Yang dicari bendera One Piece
Pedagang bendera merah putih di karawang
Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI), para pedagang bendera di Karawang, Jawa Barat harus menghadapi kenyataan pahit. Alih-alih meraup omzet besar, pendapatan mereka justru merosot drastis.

Sama halnya dengan Fariz, Ade (29), pedagang bendera di taman Ade Irma Karawang juga mengeluhkan hal serupa.

Padahal di tahun-tahun sebelumnya, sepekan menjelang 17 Agustus biasanya dagangannya sudah ludes terjual.

“Sekarang turun. Biasanya menjelang Agustus pasti rame, kejual habis,” ungkapnya.

Yang membuatnya heran, di tengah sepinya penjualan, pembeli yang mampir bukan mencari bendera nasional, melainkan bendera bajak laut One Piece yang tengah ramai disorot.

Baca juga: Polres Subang Bongkar TPPO Modus LC: Korban Anak di Bawah Umur Asal Karawang hingga Garut

“Justru lebih banyak yang tanya bendera One Piece, tapi saya gak jual. Gak etis kalau bendera merah putih yang sakral disandingkan sama bendera One Piece,” katanya.

Kendati begitu, Ade mengaku tetap buka lapak hingga 17 Agustus mendatang, dan berharap banyak orang membeli bendera yang ia jual.

“Sampai tanggal 17 Agustus, kan rezeki mah gak ada yang tahu,” tutupnya. (*)