Beranda Karawang Dandim Prihatin Siswa Tidak Mengenal Pahlawan Bangsanya

Dandim Prihatin Siswa Tidak Mengenal Pahlawan Bangsanya

BEPAS, KARAWANG – Tiga hari pelaksanaan Penataran Karakter dan Kedisiplinan bagi para pelajar SMP yang terlibat sejumlah kenakalan remaja di Makodim 0604 Karawang, muncul cerita mengejutkan juga menggelitik. Cerita ini disampaikan Dandim 0604 Karawang, Letkol Inf Medi Hariyo Wibowo,M.M.Sc dihadapan ratusan Kepala SMP, SMA, SMK negeri dan swasta saat menjadi pembicara, Rabu (22/1/2020) pagi. Nada bicara Dandim sedikit lirih seperti menahan keprihatinan mendalam ketika harus mengungkapkan fakta bahwa para siswa tersebut benar benar kurang ilmu pengetahuan.

“Ini ya pak, bu, dengarkan saya mau menyampaikan. Mungkin akan mengagetkan karena ternyata mereka, siswa yang sedang diberikan pembinaan itu tidak ada yang tahu nama pahlawan bangsa. Saya tanya kepada mereka apakah kenal Pangeran Diponegoro? Mereka tahu namun sebatas nama jalan. Ketika saya bertanya apakah tahu Jenderal Sudirman? Mereka tahunya patung yang ada di Jakarta. Ini kan miris ya pak, bu. Kan kita tahu bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai jasa pahlawanya. Ini mereka generasi penerus kita tapi nama pahlawan saja tidak tahu,” ungkap Dandim terbata-bata.

Dandim mengaku terpaksa mengatakan hal yang sejujurnya sebagai bahan evaluasi bagi guru maupun kepala sekolah ke depan agar siswanya benar benar mengetahui sejarah bangsanya. Ia lalu mencontohkan masa ketika masih mengenyam bangku pendidikan di SD dan SMP.

“Dulu kita belajar sejarah melalui pelajaran PSPB. Apakah pelajaran PSPB masih diajarkan sampai sekarang? Ini menjadi pekerjaan rumah bagi para ibu dan bapak guru di sekolah agar bisa lebih sering mengenalkan lagi sejarah Indonesia sekaligus sejarah Karawang mengenai Rengasdengklok,” tutur Dandim.

Dandim menegaskan tidak ada penggemblengan fisik bagi para peserta seperti apa yang ditakutkan para orang tua sebelumnya. Ia menjelaskan, penataran kedisiplinan bagi puluhan siswa tersebut lebih menekankan pada karakter building, mental dan ESQ.

“Saya mengundang secara pribadi kepada para Kepsek disini yang mau melihat acara penutupanya Jumat sore besok. Kita bisa sama sama melihat perubahan peserta. Saya rasa selama tiga hari pelaksanaan, mereka sudah agak berbeda dari sebelumnya, Jika memang program ini berhasil, seperti apa permintaan ibu bupati, kami bisa melanjutkan lagi untuk waktu selanjutnya,” katanya. (nji/dhi)