Beranda Regional Dear Kapolri, Jangan Terganggu ‘Buku Merah’

Dear Kapolri, Jangan Terganggu ‘Buku Merah’

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Kapolri Jendral Tito Karnavian tengah jadi sorotan. Hal tersebut lantaran isu keterlibatan dalam pengrusakan barang bukti buku merah di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sejumlah pihak banyak memberikan sorotan kepada Jenderal Tito. Tapi tak sedikit yang memberikan dukungan. Salah satunya Adiyana Slamet, Direktur Eksekutif Lingkar Kajian Komunikasi dan Politik (LKKP).

Menurut Adiyana, Informasi yang belum jelas mengenai Kapolri Jendral Tito Karnavian terlibat pengrusakan barang bukti buku merah di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diduga memunculkan namanya dalam kasus dugaan suap oleh pengusaha impor daging seolah-olah opini tersebut “menyandra” Kapolri dalam menunaikan tugas-tugasnya.

Ditambahkannya, penjelasan Ketua KPK, Agus Raharjo dan Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Polisi Setyo Wasisto di media massa menjawab kegelisahan masyarakat terkait kesimpang-siuran informasi tentang kasus tersebut.

Dalam perspektif keamanan nasional, sambung Adiyana, ‘serangan’ yang dialamatkan pada Kapolri jelas seakan-akan serangan asimetris untuk mengguncang stabilitas kemanan, politik nasional yang mengarah pada delegitimasi Kepolisian yang kemudian ujungnya akan menghantam Pemerintah.

“Proses opini yang dibangun merupakan hal yang tendensius dan sumir. Kalau opini yang dibangun seperti ini terus menerus bisa menjadi kegaduhan yang kemudian masyarakat menjadi korban,”ujar Dosen FISIP Unikom Bandung.

Ditegaskannya, baik Kapolri maUpun KPK tetap harus focus untuk melaksanakan tugas-tugasnya, dan jangan sampai serangan asimetris tersebut kedua institusi penegak hukum ini berbenturan yang kemudian akibatnya bisa menganggu stabilitas keamanan dalam negeri, stabilitas ,politik maupun ekonomi.

“Apalagi menjelang Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif 2019 mendatang, tahun politik yang akan menguras energi,”jelas Mahasiswa Program Doktor Unpad ini.
Dirinya berharap, masyarakat tetap tenang dan bijak dalam menyikapi opini-opini yang membikin gaduh.

“Karena bisa jadi, opini mengenai Kapolri Jendral Tito Karnavian terlibat pengrusakan barang bukti buku merah di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diduga memunculkan namanya dalam kasus dugaan suap oleh pengusaha impor daging itu sebagai counter opini untuk mengalihkan isu Hoax yang diciptakan Ratna Sarumpaet,”pungkasnya. (rls)