Beranda Karawang Dengan APBD 4 Triliun, Kesejahteraan Pegawai Honorer Bak Langit dan Bumi dengan...

Dengan APBD 4 Triliun, Kesejahteraan Pegawai Honorer Bak Langit dan Bumi dengan Kaum Buruh

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Baik itu yang berprofesi sebagai wiraswasta, pekerja swasta maupun pekerja dari instansi pemerintahan.

Hal tersebut berdasarkan kepada Peraturan Presiden Nomor 82/2018 yang menyebutkan bahwa pemberi kerja wajib memberikan jaminan kesehatan bagi pekerjanya, baik itu pekerja tetap maupun pekerja kontrak.

Dan kepada pekerja yang berasal dari instansi pemerintahan yang berstatus bukan pegawai negeri sipil (PNS) atau yang biasa disebut Pegawai Non PNS, Bahwa tenaga honorer di setiap instansi pemerintahan pun wajib didaftarkan kedalam program JKN-KIS.

Lalu bagaimana dengan Pemerintahan Daerah Kabupaten Karawang, sudahkah pemda menanggung iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bagi semua pegawai honorer ?

Dengan APBD yang mencapai hingga Rp. 4 triliunan lebih setiap tahunnya, namun hingga hampir habis periode pemerintahan dibawah kepemimpinan Cellica – Jimmy, nampaknya belum juga ada kebijakan yang berpihak secara signifikan kepada kesejahteraan para pegawai honorer.

Salah satunya, menanggung iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kesehatan) bagi semua para pegawai honorer yang paling banyak berasal dari Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Karawang (Guru Honorer, Red)

Realitas yang memang sangat ironis, di Kota yang dikenal dengan Lumbung Padi dan Industri ini.

Sementara disisi lain, sebagai kota industri, Karawang memiliki besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) terbesar se-Indonesia, bahkan tahun 2020 ini mencapai hingga Rp. 4.589.708,90, dengan berbagai jaminan yang didapat.

Bagaikan langit dan bumi, begitulah kira-kira analogi kesenjangan pendapatan dan kesejahteraan antara pegawai honorer dengan buruh pabrik yang ada di Bumi Pangkal Perjuangan ini.