Beranda Regional Dewan Demokrat Tanggapi Aduan Anak Sekretaris KPPL Dianiaya

Dewan Demokrat Tanggapi Aduan Anak Sekretaris KPPL Dianiaya

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Namanya turut terseret dalam pusaran permasalahan penganiayaan siswa sebuah SMA Negeri di Karawang. Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Karawang Budianto pun turut angkat bicara.

Kepada Tvberita.co.id, Kamis  (14/2), Politisi Partai Demokrat ini menjelaskan alasan kenapa ia turut ada ditengah konflik tersebut dikarenakan korban penganiayaan pemukulan itu adalah anak dari sekretarisnya di Koperasi Produksi Perikanan Laut (KPPL) Ciparage, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang bernama Abdul Halim.

Disatu sisi, lanjutnya, pelaku pemukulan yang diduga menggunakan senjata api ini adalah anak rekannya di DPRD Karawang, yaitu Endang Habib Anggota DPRD Fraksi PDIP.

“Awalnya saya tidak tahu bahwa itu adalah anak pak Endang, ketika saya bertemu dengan Halim, Sekretaris saya di KPPL, ia bercerita jika anaknya mendapat perlakuan tidak menyenangkan yaitu dipukul kepalanya dengan dugaan menggunakan pemukul berbentuk senjata api entah softgun atau mainan, dan pelakunya itu adalah anaknya pak Endang yang memang sangat dekat dan sudah saya anggap sebagai orang tua,” ujarnya menceritakan bagaimana asal mula namanya turut ada disana.

Tentu saja, lanjut Budianto, dirinya sebagai teman dan sahabat ketika didatangi diminta saran dan pendapatnya dan diminta turut menjembatani permasalahan tersebut tidak bisa menolak.

“Secara pribadi yang memiliki masalah kan bukan saya, namun ketika mereka datang dan meminta pendapat saya , saya berikan masukan yang terbaik agar menyelesaikan dengan damai dan musyawarah, terkait kemudian berujung kepada pelaporan kepolisian, itu bukan urusan saya, saya kembalikan kembali kepada Halim saya tidak bisa intervensi, dan itu haknya saya tidak bisa melarang , karena hal yang wajar jika sebagai orang tua ia tidak menerima anaknya diperlakukan seperti itu,” jelasnya lagi menerangkan.

Budianto juga menerangkan sejak awal ia mendengar adanya kejadian tersebut, ia sudah berupaya mendamaikan.”Saya hanya menengahi,diminta memediasi, ini hanya masalah kebetulan saja, saya kenal keduanya,” ucapnya lagi.

Budianto juga berkeinginan untuk mempertemukan secara langsung keduanya, dan menyelesaikan permasalahan ini. Meski demikian, hasilnya nanti tetap ia akan kembalikan kepada kedua belah pihak. Lanjutkan pelaporan atau mencabut.

“Perbuatan ini kan dilakukan anak di bawah umur, Dimana nanti ranahnya pasti juga berbeda terkait perlindungan anak, saya berharap semua dapat segera diselesaikan dengan baik dan masing- masing pihak dapat menerima segala keputusan apapun yang terjadi terkait permasalahan ini. Saya hanya berharap kebaikan kepada keduanya,” ungkap Budianto menyampaikan harapannya.

Terakhir, Budianto juga mengulas jika peran sekolah juga dituntut untuk dapat memberikan bimbingan dan pengawasan kepada para siswanya ketika mereka berada di sekolah. Disamping tentunya peran didikan orang tua jauh lebih utama.

“Terkait permasalahan ini, bagaimana bisa seorang anak membawa  bawa benda yang diduga adalah senjata api ke sekolah meski kemudian disebutkan korek, ya korek itukan untuk merokok bukan untuk dipukulkan kepada orang lain, kalo hanya berantem biasa itu hal yang wajar terlebih ini hanya permasalahan sepele, ini jelas kurangnya pengawasan dan bimbingan baik dari pihak sekolah maupun orang tuanya,” katanya menyesalkan.

Tanggung jawab seorang anak memang tidak sepenuhnya oleh guru, karena batasan guru sebagai pendidik hanya ketika anak tersebut berada di sekolah. Didikan terbaik adalah dari orang tuanya, dengan menanamkan nilai keagamaan moral dan akhlak kepada anak-anaknya.

“Mendidik anak itu tidak cukup dengan ilmu pasti dan sosial saja, tentunya pendidikan agama sejak dini jauh lebih penting ditanamkan orang tua agar anak- anak kita bisa menjadi anak-anak yang berakhlak baik, kepada orang tuanya, guru maupun lingkungan sekitarnya,” pungkas Budianto.(nna/ris)

Komentar Facebook