Beranda Regional Dewan Pembina PGRI Bicara Blak-Blakan Soal Nandang

Dewan Pembina PGRI Bicara Blak-Blakan Soal Nandang

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Dewan Pembina PGRI, Ade Mahmud bercerita secara lengkap mengenai kasus mutasi Nandang Mulyana dari Sekdisdikpora ke Bagian Persidangan DPRD Karawang. Ade menyebut mutasi tersebut persis seperti apa yang pernah ia alami dulu, ketika menjabat sebagai Kabid di Disdik yang pindah ke Disbudpar Karawang. Bedanya, ketika dimutasi, Ade langsung membuat surat pernyataan mengundurkan diri dari jabatanya sebagai Ketua PGRI waktu itu.

“Ini hanya soal etika saja. Saya sadar ketika di mutasi ke disbudpar, pekerjaan saya sudah tidak relevan untuk menjadi Ketua PGRI seperti yang tertuang di AD/ART, dimana statusnya berubah menjadi anggota luar biasa yang tidak punya hak dipilih atau memilih, setelah bekerja di luar lingkungan pendidikan. Saya mundur atas sepengetahuan PGRI Jabar saat itu. Saya masih memegang kuat etika,” beber Ade saat diwawancarai di kantornya, Jumat (18/7/2019) pagi. Perlu diketahui, Ade Mahmud merupakan mantan Ketua PGRI Karawang tahun 2008-2009. Kini ia menjabat sebagai Kepala Perpusda Karawang.

Menurut Ade, Nandang seharusnya mundur secara legowo dan terhormat tanpa pertimbangan apapun. Ia yakin Nandang paham betul soal undang-undang sisdiknas, undang undang guru dan dosen serta Hak dan Pertanggung-jawaban anggota di AD-ART PGRI.

“Kalau Nandang masih bertahan disana dan tidak mau legowo kan jadi pertanyaan besar. Ini ada apa? PGRI itu bukan cuma milik Nandang. PGRI milik semua civitas pendidikan se Kabupaten Karawang. Ada banyak anggota. Ada banyak calon pengurus juga yang lebih kompeten dari dia,” katanya. (cr2/dhi)