Beranda Karawang Di Desa Pancawati, PPDB Zonasi Butuh Solusi

Di Desa Pancawati, PPDB Zonasi Butuh Solusi

KARAWANG – Pelaksanaan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) setiap tahunnya kerap menyisakan polemik. Semisal, di sejumlah SD Negeri yang beralamat di Desa Pancawati, Kecamatan Klari, Karawang.

Pasalnya, di desa tersebut belum tersedia sekolah SMP negeri, sehingga keberadaan jalur zonasi dianggap mubazir.

Kepala SDN Pancawati I, Lela Nurlaela mengatakan, minat orangtua siswa masuk negeri sebenarnya tinggi, namun terkendala sistem zonasi yang mengharuskan peserta didik satu desa dengan sekolah tujuan. Padahal banyak siswanya yang berdomisili di desa Pancawati, apalagi jalur tersebut punya porsi kuota yang besar, yakni 50 persen.

“Di desa kami tidak ada SMP negeri, jadi para siswa yang domisilinya di sini tidak bisa mendaftar lewat zonasi, alhasil banyak larinya ke swasta dan bersaing di jalur yang lain,” ujarnya menerangkan keluhan orangtua siswa di sekolahnya, Jumat (2/7).

Panitia PPDB SDN Pancawati I, Ahmad Satiri turut meng-amini hal ini. Dikatakannya, sebetulnya masih ada harapan siswanya bisa mendaftar, karena ada susulan pada 3 Juli 2021 nanti di jalur zonasi perbatasan desa.

“Tapi masalahnya, zonasi tersebut berlaku apabila ada sisa kuota saja. Kalau kuotanya habis? Ya hangus,” tandasnya.

Sementara, Kepala SDN Pancawati II, Hasan mengungkapkan pendaftaran via zonasi di sekolahnya cukup tertangani, sebab domisili siswanya lebih beragam dan tidak terpusat di satu desa.

“Alhamdulillah tahun ini gak terlalu sulit, beda dengan tahun-tahun sebelumnya yang sering kehabisan kuota.”

“Sementara tahun sekarang mah disesuaikan dengan KK masing-masing siswa, jadi gak terlalu repot, karena domisili siswa kita kan beragam. Ada yang dari Cibalongsari, dari Klari dan Desa Purwasari juga ada, jadi tinggal penyesuaian saja,” tuturnya.

Namun, ia juga tak memungkiri, andai di desa Pancawati memiliki SMP negeri sendiri, tentunya jauh lebih baik, sebab selain menambah opsi penyaluran, peluang siswa yang ingin bersekolah di negeri bakal lebih terbuka. “Lebih baik sih alhamdulillah, supaya kita punya zonasi sendiri, persaingannya jadi lebih terbuka,” ujarnya. (kie)

Artikel sebelumnyaTNI-Polri Karawang Laksanakan Kegiatan Serbuan Vaksinasi ke Puskesmas
Artikel selanjutnyaPemkot Bekasi Sebar SE Tentang PPKM Darurat