Beranda Regional Diduga Terjerat Rentenir, Kades Cairkan Bangub untuk Bayar Hutang

Diduga Terjerat Rentenir, Kades Cairkan Bangub untuk Bayar Hutang

KUTAWALUYA, TVBERITA.CO.ID- Akibat jeratan rentenir oknum Kepala Desa Kutakarya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, diduga telah menyelewengkan Dana Bantuan Gubernur (Ban Gub) Provinsi Jawa Barat 2018, sebesar Rp. 100.000.000,- yang telah diterimanya

.Dana BanGub yang telah dicairkan tersebut dipergunakan untuk menutupi utang bunga kepada rentenir.

Padahal seharusnya dana bantuan tersebut dipergunakan untuk peningkatan sarana prasarana infrastruktur pembangunan sesuai dengan rencana saat pengajuan.

Sedangkan pengalokasian anggaran berdasarkan skala prioritas agar program Pemerintahan Desa dapat berjalan secara cepat, tepat dan akurat, guna mewujudkan Kehidupan Masyarakat Desa yang adil, makmur, dan sejahtera.

Saat dihubungi via seluler, Dahiman selaku Kepala Desa Kutakarya, telah mengakui bahwa dirinya setelah mencairkan Dana Bantuan Gubernur Provinsi Jawa Barat di Kantor Cabang Bank Jabar Karawang, langsung uang tersebut digunakan untuk bayar hutang.

“Dana Bantuan Gubernur sudah habis, karena dananya sama saya dipergunakan untuk bayar hutang,” akunya waktu di hubungi melalui telepon genggamnya.

Menurutnya tidak ada yang salah menggunakan dana tersebut untuk membayar utang. Yang terpenting menurutnya kedepan sampai akhir tahun realisasi pembangunan dilaksanakan.

“Masih ada waktu 2 bulan pak, yang penting nanti saya bangunkan,” ungkapnya.

Jeratan bunga rentenir saat ini memang cukup memberatkan para kepala desa. Terlebih bunga besar yang ditawarkan pun sangat memberatkan para kepala desa.

Menurut kabar yang dihimpun, setiap pinjaman yang diterima, para kepala desa harus membayar bunga 12 persen. Dan mereka tidak bisa mengelak untuk tidak membayar, karena rekening desa menjadi jaminannya.

Sementara itu, salah seorang anggota BPD Desa Kutakarya saat dihubungi via seluler mengatakan pihak BPD akan segera melakukan koordinasi terkait masalah tersebut.

“Nanti kita komunikasi terlebih dahulu dengan ketua, apapun langkah yang akan kita ambil tentunya harus koordinasi terlebih dahulu,” kata salah seorang anggota BPD yang enggan disebutkan namanya, Kamis (11/10).

Hal tersebut perlunya ada tindakan tegas oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kutakarya dan Dinas Instansi terkait, pasalnya kalo dibiarkan prilaku Kades seperti itu khawatir dijadikan contoh bagi Kades lain yang ada di wilayah Kabupaten Karawang. (Yay/ris)