
Maka dari itu, Sonny menyarankan, selain momen Dies Natalis, sejarah Unsika juga bisa diperkenalkan jajaran pimpinan melalui PPKMB kepada para mahasiswa baru.
Sonny sendiri, menilai Rektor Unsika, Prof. Dr. Ade Maman sebagai orang yang berkomitmen menjaga nilai sejarah yang ada di kampus Unsika. Hanya saja, ia menyayangkan jajaran pemimpin dan orang-orang yang merasa dekat dengan rektor yang menurutnya tak memiliki komitmen serupa (dengan Rektor). Sehingga dikhawatirkan, hal ini bisa merusak Unsika dalam membangun SDM dan kearifan lokal.
Baca juga: Kampanyekan Pola Hidup Sehat, Ilham Akbar Habibie Jalan Santai Bareng Ribuan Warga Karawang
“Sayangnya, orang-orang di sekitar Rektor tidak memiliki komitmen menjunjung nilai-nilai sejarah Unsika. Khawatirnya malah merusak,” tegas Sonny.
Sonny berharap, Unsika kedepan bisa lebih bijaksana khususnya dalam memperingati Dies Natalis. Nilai sejarah, kata dia, harus tetap ditonjolkan agar generasi selanjutnya tak kehilangan jati diri.
“Termasuk juga pembangunan fisik Unsika, diharapkan terus mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan,” tutupnya. (*)








