Beranda Regional Dijatah 300 Juta Per Tahun, Ketua PGRI Masih Ngeluh Iuran Guru

Dijatah 300 Juta Per Tahun, Ketua PGRI Masih Ngeluh Iuran Guru

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Belum lama ini, Ketua PGRI Kabupaten Karawang, Nandang Mulyana membuat pengakuan mengejutkan. Setelah dimutasi dari Sekertaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Sekdisdikpora) ke bagian Persidangan DPRD Karawang, Nandang langsung mengeluh soal kecilnya sumbangan yang diberikan oleh guru berstatus PNS se-Kabupaten Karawang.

Nandang mengaku uang sumbangan tersebut belum bisa menutup semua kebutuhan kegiatan di PGRI dan belum sanggup menggaji karyawan di PGRI yang berjumlah 5 orang. Bahkan ia sempat berpikir akan memungut sumbangan dari guru honorer.

“Idealnya sih iuran itu dipungut semua termasuk guru honorer juga. Tapi kasian ya. Jadi kami hanya memungut guru yang PNS saja,” ungkap Nandang setelah diwawancarai dalam pemberitaan sebelumnya.

Nandang menjelaskan, setiap guru PNS dipungut Rp. 10.000 dengan pembagian untuk pengurus besar PGRI Rp. 400, untuk pengurus provinsi Rp. 800 dan untuk pengurus PGRI Kabupaten Rp. 1.200. Sementara sisa uang berjumlah Rp.7.600 rupiah dimasukan ke dalam bank.

“Iuran itu untuk pembinaan profesi guru, pembiyaan peningkatan mutu pendidikan dan biaya pembinaan pengurus PGRI cabang,” kata Nandang.

Sementara itu, berdasarkan APBD Kabupaten Karawang di tahun 2019, PGRI mendapatkan anggaran pembinaan pengembangan organisasi dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) sebesar RP. 300 juta rupiah selama setahun. Namun, Nandang masih saja mengeluhkan kekurangan anggaran di PGRI. Lalu kemana saja anggaran pembinaan yang angkanya fantastis tersebut mengalir? (cr2/dhi)