Beranda Karawang Dilimpahkan ke Kejari Karawang, Kasus Dugaan Korupsi Retribusi di TPI Mandeg

Dilimpahkan ke Kejari Karawang, Kasus Dugaan Korupsi Retribusi di TPI Mandeg

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Kelanjutan Laporan Dugaan Korupsi Retribusi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ciparagejaya menjadi pertanyaan publik.

Pasalnya, Pasca pemeriksaan laporan nelayan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, sampai saat ini kasus tersebut seolah mandeg dan masih hanya sebatas klarifikasi. Belum ada pemanggilan secara resmi meski kasus tersebut bergulir sejak bulan September 2019 lalu.

Kuasa Hukum pelapor, M Gary Gagarin, SH. MH., kepada Tvberita.co.id, Rabu (26/2), mengatakan jika laporkan ke Kejati sudah sejak bulan September 2019 lalu.

Bahkan diungkapkan Gary, pihaknya juga pernah beraudiensi dengan Kejaksaan Agung terkait kasus tersebut.

“Dan Keputusan dari Kejati setelah ditelaah pelaporan kita (Nelayan,Red) dilimpahkan ke Kejari Karawang,” kata Gary mengulas.

Lebih lanjut Gary menuturkan, Bulan Desember 2019 Kejari Karawang pun langsung mulai melakukan pemeriksaan, setelah menerima pelimpahan dari Kejati Jabar.

Namun sampai sekarang, terangnya lagi, belum ada perkembangan lebih lanjut terkait pelaporan nelayan meski beberapa nelayan sudah diperiksa, termasuk juga Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Karawang.

Sekilas Gary pun mengulas, bahwasannya ada dugaan penggelapan retribusi Tempat Pelelangan Ikan yang tidak disetorkan sebagaimana mestinya, sesuai dengan ketentuan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Karawang Nomor 3 tahun 2012.

Dimana setiap bakul ikan dikenakan sebesar 2,4 persen sebagai bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karawang dari sektor Perikanan dan Kelautan.

Sementara itu, Dari data yang ada selama kurun waktu 3 tahun, jika dihitung dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ciparagejaya, retribusi yang harus disetorkan itu sekitar Rp. 4,1 miliar, tapi dari data yang didapat di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Karawang itu ternyata hanya disetorkan sebesar Rp740 juta rupiah.

“Oleh karena itu, kami berharap penyidik Kejaksaan mampu membongkar dugaan penggelapan atau korupsi retribusi yang terjadi di Koperasi Produksi Perikanan Laut (KPPL) Samudra Mulya Ciparage, karena sudah jelas merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karawang dari sektor Perikanan dan Kelauatan,” ujar Gary menandaskan.

“Korupsi merupakan musuh kita bersama jadi mari kita kawal bersama kasus ini agar nanti memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat,” pungkasnya.(nna/dhi)