Beranda Karawang Diminta Taat Edaran, Obyek Wisata di Purwasari Ditutup

Diminta Taat Edaran, Obyek Wisata di Purwasari Ditutup

KARAWANG – Usai adanya edaran dari Pemerintah Kabupaten Karawang agar tempat wisata atau hiburan ditutup, terlihat mulai ditaati para pelaku usaha.

Seperti hal nya di sejumlah destinasi wisata di Kecamatan Purwasari. Pantauan tvberita.co.id, beberapa tempat rekreasi di wilayah tersebut sepenuhnya tutup.

Kasie Trantib Kecamatan Purwasari, Dede Ilyas menyampaikan, penutupan tersebut berdasarkan instruksi Pemkab Karawang.

“Sesuai arahan pemkab, tempat hiburan harus ditutup sementara, karena khawatir jadi klaster baru,” ujarnya, Rabu (19/5).

Diketahui, di Purwasari sendiri, tempat hiburan yang paling menyedot pengunjung ada dua tempat, yakni di Planet Waterboom dan Marigold Garden di Desa Tamelang.

Dijelaskan Dede, pihaknya juga telah berkoordinasi dahulu dengan pihak pengelola kaitan penutupan tersebut. “Sudah kita komunikasikan,” terang dia.

Walaupun, diakuinya, para pelaku usaha tersebut kecewa akan kebijakan itu.

“Awalnya sih (mereka) kecewa. Tapi untungnya semua tetap menerima meski dengan berat hati.”

“Kita komunikasikan baik-baik, bahwasanya penutupan ini hanya sementara, juga semata untuk mencegah penyebaran pandemi covid-19,” tutur dia.

Ia menyebut, justru kebijakan pemkab dalam menutup destinasi wisata di Karawang ini sepatutnya diapresiasi.

“Patut kita apresiasi sebagai bentuk konsistensi pemkab dalam menekan penyebaran Covid-19. Dan Mudah-mudahan ini efektif. Kalau Karawang kembali ke zona hijau, pemulihan ekonomi pun bisa berjalan lebih cepat,” terang Dede.

Sebelumnya, melalui Surat Edaran Nomor 556/2779 – Disparbud Karawang, seluruh tempat wisata di Karawang per tanggal 17 sampai 30 Mei 2021 ditutup. Hal tersebut sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Karawang mencegah penyebaran virus corona dari klaster tempat wisata.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Karawang, dr. Fitra Hergyana SpKK mengatakan, langkah penutupan ini setelah melihat jumlah pengunjung wisata yang membludak di sejumlah tempat wisata. Atas kondisi tersebut, pihak pengelola wisata dan masyarakat pun mau tidak mau harus mematuhinya. (kie)

Artikel sebelumnyaLantik Bupati Cianjur, Ridwan Kamil Minta Potensi Pertanian-Pariwisata Dimaksimalkan
Artikel selanjutnyaDPRD Minta Pembangunan Pasar Proklamasi Rengasdengklok Selesai Akhir 2021