Beranda Regional Diskresi, Dishub Berlakukan “Belok Kiri Langsung” di Kawasan Karawang Kota

Diskresi, Dishub Berlakukan “Belok Kiri Langsung” di Kawasan Karawang Kota

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Sejak tahun 2009 lalu setiap pengendara kendaraan bermotor yang bertemu persimpangan dan hendak berbelok kiri harus mengikuti lampu lalu lintas. Bila lampu lalu lintas merah, maka pengendara wajib berhenti sekalipun mau berbelok ke kiri.

 

Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 112 ayat 3.

“Pada persimpangan jalan yang dilengkapi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Pengemudi Kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh Rambu Lalu Lintas atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas.”

Namun demikian, UU tersebut tidak berlaku di dua titik wilayah di Kabupaten Karawang.

Pasalnya, Diskresi dilakukan Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang di dua titik di sekitar wilayah Jalan Jendral Ahmad Yani By Pass Karawang Kota tersebut, dengan memperbolehkan belok kiri langsung.

Adapun kedua titik tersebut yaitu perempatan lampu merah jalan depan Kantor Imigrasi dan perempatan lampu merah jalan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang, Arief Bijaksana Maryugo, diskresi dikeluarkan Dishub, dikarenakan dari hasil pemantauan dan kajian eksistingnya, kedua titik tersebut tidak menimbulkan macet dan mengganggu lalu lintas pengguna jalan lain.

“Diskresi kami lakukan, dimana dari hasil pantauan kami, eksistingnya, di dua titik itu boleh belok kiri langsung karena tidak menambah kemacetan dan tidak mengganggu lalu lintas,”jelasnya kepada Tvberita.co.id, Selasa (19/11).

Meski begitu, lanjut Arief, Belok Kiri Langsung juga tetap harus mengikuti Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APIL).

“Sekarang di dua titik wilayah itu secara resmi diperbolehkan belok kiri langsung,” kata Arief.

Terpantau Tvberita.co.id, Sekitar Pukul 09.00 WIB, nampak beberapa anggota Dishub sedang memasang rambu lalu lintas bertuliskan “Sepeda Motor/ Mobil Belok Kiri Langsung ” Hati- Hati” di perempatan lampu merah jalan depan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang.

Uniknya, pemasangan rambu tersebut nampak merusak Pedestrian Jalan yang dibangun Pemda Karawang senilai Rp. 15 Miliar.

Namun demikian, Arief menegaskan dampak pemasangan rambu tersebut akan diperbaiki kembali.

“Iya, pasti akan kita perbaiki lagi,” tandasnya. (Nna/dhi)