Beranda Regional Disorot DPRD, Disdikpora Ngaku Tak Tahu soal Jual Beli Seragam di Sekolah

Disorot DPRD, Disdikpora Ngaku Tak Tahu soal Jual Beli Seragam di Sekolah

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Karawang mengaku tidak tahu menahu soal adanya penjualan seragam disekolah- sekolah yang ramai dibicarakan orang tua siswa saat ini.

Menurut Sekretaris Disdikpora Nandang Mulyana, terkait penjualan seragam sekolah yang diwajibkan kepada siswa adalah kebijakan dan kewenangan dari pihak sekolah sendiri.

Jikapun ada, itu adalah baju olahraga yang memang tidak bisa dibeli diluaran , karena harus ada unsur keseragaman.

“Disdik tidak ada sangkut pautnya dengan kebijakan sekolah -sekolah tersebut,untuk pakaian olahraga saya rasa wajar itu kan untuk keseragaman,” ujar Nandang membantah.

Nandang juga membantah kabar adanya dugaan pengadaan pakaian -pakaian tersebut merupakan bagian proyek dari oknum Disdikpora.

Ditegaskannya, dalam Dinasnya tidak ada proyek apapun. Dan ia pun enggan dinasnya dikaitkan dengan penjualan pakaian tersebut.

Karena pihaknya tidak pernah menginstruksikan kepada sekolah manapun di Kabupaten Karawang untuk menjual seragam disekolahnya apalagi mewajibkannya kepada orang tua siswa.

Nandang juga menyarankan kepada para orang tua siswa yang memang merasa keberatan untuk membeli pakaian seragam untuk anak-anaknya di pasar.

“Jika keberatan kita tidak mewajibkan, orang tua boleh membeli pakaian seragam dimana saja , dipasar johar, karawang atau di jakarta yang penting sesuai peruntukannya, ” kata Nandang lagi .

Disinggung soal pernyataan Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang, bahwa bantuan operasional sekolah (BOS) Kabupaten Karawang baik dari DAK maupun APBD yang nilainya mencapai hingga Rp. 1,2 Triliyun lebih, dimana seragam merupakan bagian didalamnya. Disanggah Nandang dengan mengungkapkan jangankan untuk mengcover anggaran seragam siswa, untuk menggaji guru honorer saja masih kurang.

“Enggak, gak ada itu anggaran BOS untuk mengcover dana seragam untuk gaji saja masih kurang,” sanggahnya.

Sementara itu dari pantauan Tvberita.co.id dilapangan, Banyaknya orang tua siswa yang memgeluhkan terkait kebijakan sekolah yang mewajibkan siswa-siswinya membeli seragam disekolah. Dengan harga yang dinilai jauh lebih mahal dari harga dipasaran.

Terlebih, seragam yang harus di beli para orang tua siswa ini tidak hanya diwajibkan di sekolah mereka juga harus membeli seragam sekolah diluaran.

“Jadi kita belum apa -apa masuk sekolah sudah dibebani kewajiban membayar seragam dan belum lagi kita juga harus membeli seragam wajib diluaran,” ujar salah seorang orang tua siswa yang ditemui TV Berita saat mengantar anaknya mengambil hasil penerimaan siswa baru di sebuah sekolah menengah pertama di Karawang.

Si ibu pun memperlihatkan rincian pembiayaan seragam sekolah apa saja yang harus dibeli disekolah dan seragam apa saja yang harus dibeli diluar sekolah.

“Yang dibeli disekolah kita harus bayar Rp. 950 ribu, belum lagi kita harus beli seragam sekolah wajib diluar seperti seragam putih-putih,putih abu dan pramuka,” keluhnya.(nna/ris)

Komentar Facebook