Beranda Regional DLHK Karawang: 80 Unit Bank Sampah Dikelola Secara Online

DLHK Karawang: 80 Unit Bank Sampah Dikelola Secara Online

 

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- 80 unit bank sampah telah terbentuk di Kabupaten Karawang dan untuk memaksimalkan pengelolaan bank sampah tersebut.Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang membuat jejaring bank sampah yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Karawang melalui sistem online, bernama SMASH.

 SMASH atau singkatan dari Sistem Manajemen Aplikasi Sampah adalah program sistem online di mana bank-bank sampah ini di setiap unitnya dapat melaporkan sampah yang sudah terkumpul baik berat dan volumenya.

 

“Nanti setiap bank sampah akan menggunakan aplikasi SMASH ini, dan melaporkan secara online ada berapa volume sampah di tempatnya, apakah sudah bisa kami angkut atau belum,” ujar Kepala Bidang Kebersihan Nepi Fatimah kepada Koran Berita menjelaskan beberapa waktu lalu.

 

Dikatakan Nepi, Kemudian nantinya dengan sistem SMASH tersebut, bank-bank sampah unit tersebut akan dikoordinir untuk menjual dan dibantu pengankutannya oleh Bank Sampah Induk (BSI).

 

BSI ini juga nantinya, lanjut Nepi, mempunyai data jumlah volume (kapasitas) dari bank sampah unit setiap hari atau bulannya. Dan sampah yang diambil oleh BSI dari bank sampah unit ini akan langsung dibayar.

 

“BSI itu sendiri saat ini sedang dibangun, lokasinya di Kelurahan Karang Pawitan, Kecamatan Karawang Barat,” ungkapnya.

Dijelaskan Nepi, memaksimalkan pengelolaan bank sampah melalui sistem online ini perlu digalakkan untuk mendukung peningkatan kualitas lingkungan di Kabupaten Karawang sebagai salah satu fokus perencanaan pembangunan.

 

Selain penyediaan tempat pembuangan sampah terpadu (TPST), mendorong terbentuknya tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, pelarangan buang sampah ke sungai, fasilitasi rumah tangga yang memiliki akses sanitasi seperti pembuatan MCK atau sanitasi komunal.

 

“Selain itu ada pembangunan IPAL domestik, pengelolaan sampah berbasis komunitas (bank sampah) juga pengelolaan limbah sungai berbasis komuitas dan penanggulangan lahan kritis,” papar Nepi.

 

Ia berharap, semua pihak bisa turut berperan serta memaksimalkan keberadaan bank sampah. Karena lanjutnya jika diolah dengan benar, selain mengurangi bencana, kesemrawutan dan penyakit, sampah bahkan bisa bernilai ekonomis.

 

“Karena melalui bank sampah bisa mereduksi sekitar 30 persen sampah. Melalui bank sampah, sampah bisa memiliki nilai ekonomis,” tandasnya.

Mengingat, saat ini tambah Nepi, setiap harinya masyarakat Karawang menghasilkan 900 ton sampah.

Sementara kendaraan operasional pengangkut sampah sendiri hanya ada 61 unit dan hanya mampu mengangkut 500 ton sampah per harinya. Dan kapasitas TPA Jalupang sudah tidak bisa lagi menampung. Dan bank-bank sampahlah sebagai solusi.

 

“Sistem ini akan menampung memilah, dan menyalurkan sampah bernilai ekonomi pada pasar sehingga masyarakat mendapat keuntungan ekonomi dari menabung sampah. Sistem bank sampah berfokus pada tiga hal, yakni berorientasi pada manusia, sistem yang terstandarisasi, dan pengembangan berkelanjutan bisa menjadi solusinya,” pungkasnya.(nna/fzy)(KB)