Beranda Karawang Dorong Sejarah Karawang Jadi Muatan Lokal di Sekolah

Dorong Sejarah Karawang Jadi Muatan Lokal di Sekolah

TVBERITA.CO.ID – Karawang pernah menorehkan tinta emas dalam sejarahnya, baik dari peradaban manusianya, keagamaannya, maupun dalam sejarah kemerdekaan Nasional. Sebut saja, situs Candi Batujaya, yang dibangun oleh tangan-tangan manusia zaman dahulu tanpa bantuan alat modern, adalah salah satu contoh kekayaan sejarah yang harus dipelajari oleh kalangan milenial Karawang.

Demikian dikatakan Ketua Gerakan Karawang Bermartabat (GKB), Muhammad Nuryanto, Senin (6/7/2020).

“Belum lagi dengan sejarah peradaban islamnya, seperti yang kita kenal, ada sosok ulama yang bernama Syeikh Hasanudin bin
Yusuf Idofi, dari Champa, yang terkenal dengan sebutan Syeikh Quro mengenai bagaimana beliau menyatukan perbedaan (pluralisme), dari agama dan budaya, menjadi dakwah keislaman yang harmoni hingga diterima masyarakat.”

“Ini luar biasa, ini yang mestinya dicontoh dan dimaknai oleh generasi milenial,” sambung Nur.

Ia juga menyayangkan, masih banyaknya para pelajar bahkan para pemuda yang belum memahami sejarah lampau Karawang. Padahal tokoh-tokoh sejarah terdahulu bisa menjadi role model sebagai pendidikan karakter anak di masa sekarang.

“Kita jangan lengah oleh modernisasi, kita harus pertahankan sejarah lokal yang tak kalah hebatnya sebagai rujukan untuk pendidikan karakter,” jelas Nur.

Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan Pemkab Karawang agar tak mengesampingkan pendidikan sejarah lokal Karawang.

“Kenapa harus? Karena informasi perjalanan sejarah Karawang jangan sampai terputus. Juga agar kita memiliki kebanggan sebagai anak Karawang, yang lahir dan tumbuh di tanah Karawang. Sehingga tumbuh kesadaran untuk bisa membangun Karawang lebih baik dan melahirkan konsep gerakan yang positif,” paparnya.

Ia menambahkan, ketika berbicara kebijakan, seyogyanya Bupati bisa mempertimbangkan ide gagasan tersebut untuk bisa mengenalkan kembali sejarah Karawang masuk sebagai muatan lokal di lembaga formal (sekolah), baik SD, SMP maupun SMA/SMK se-derajat.

“Selaku pemilik kebijakan, yang punya kekuatan baik secara politis maupun hukum, harusnya Bupati bisa menampung saran kami, dan ke depan insyaAllah akan kita lakukan audiensi dengan beliau kaitan hal ini,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Cecep Mulyawan mengatakan, untuk muatan lokal, sementara ini baru bisa disisipkan melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti di pramuka, kesenian dan lainnya yang berhubungan dengan sejarah.

“Bisa juga disisipkan ke mata pelajaran PPKN dan IPS sebagai penunjang. Tetapi untuk masuk struktur kurikulum, saat ini tidak bisa,” ujarnya.

Pasalnya, struktur kurikulum sudah ditentukan oleh pusat. “Contoh Kurikulum Tiga Belas (Kurtilas). Bahkan, malah ada wacana akan dirampingkan karena bebannya terlalu berat bagi siswa,” kata Cecep. (kie/fzy)