Beranda Regional DPRD Karawang Menanggapi Banjir yang Meredam di Sejumlah Wilayah

DPRD Karawang Menanggapi Banjir yang Meredam di Sejumlah Wilayah

KARAWANG- Banjir besar yang merendam separuh wilayah Kabupaten Karawang, ditanggapi serius oleh DPRD Kabupaten Karawang.

Anggota Komisi lV DPRD Karawang, Atta Subagja mengungkapkan, bencana banjir di Karawang merupakan bencana tahunan yang sering terjadi.

Dalam penanganannya, BPBD Karawang nampak kerap kali kesulitan melakukan mitigasi dan evakuasi korban. Sebelum warga Karawang semakin menderita. Anggota DPRD Karawang asal Dapil lV ini, mengusulkan agar Pemkab Karawang segera membentuk relawan tanggap bencana di tingkat desa.

Atta menuturkan, sesuai Raperda Tanggap Bencana. Tertuang di sana partisipasi dari masyarakat. Selama ini, kata dia, banyak sekali relawan yang muncul saat terjadi di Karawang. Namun, relawan itu pula sifatnya musiman.

Lebih baik, sambung Atta, mereka diberdayakan dalam satu wadah relawan tanggap bencana di bawah naungan BPBD Karawang. Sehingga, ketika terjadi bencana diwilayahnya. BPBD Karawang punya pilar di ujung-ujung desa yang rawan bencana.

“Seperti kader posyandu di kesehatan, Linmas dan Hansip di keamanan. Untuk bencana, BPBD harusnya membentuk relawan tanggap bencana desa,” ujarnya, saat dihubungi via telpon, Kamis. (11/2)

Atta mengaku, pihaknya sudah berulang kali mengusulkan ini di dalam rapat-rapat dewan. Namun, sampai saat ini. Pemkab Karawang belum melakukan realisasi, dari apa yang menjadi usulannya.

“Setiap bencana kan muncul banyak relawan. Harusnya pemerintah cerdas menanggapi itu. Caranya dengan membentuk relawan ini,” jelasnya.

“Seperti linmas dan kader posyandu, tinggal nanti mereka diberikan stimulus begitu, supaya diberdayakan,” imbuhnya.

Seluruh hal terkait usulannya, sebut Atta, sudah tertuang dalam Raperda Tanggap Bencana. Karena itu, ia berharap agar Bupati, legislatif, dan lembaga eksekutif menyetujui. Serta mengimplementasikannya, dalam sebuah kebijakan.

“Dengan begitu, ketika terjadi bencana. Pemerintah akan mudah mengkoordinasikannya. Karena di setiap desa ada relawan yang bertugas,” timpalnya. (rst/sha)