Beranda Karawang Dua Sekolah di Klari Ini Jadi Contoh Baik Persiapan PTM Terbatas

Dua Sekolah di Klari Ini Jadi Contoh Baik Persiapan PTM Terbatas

KARAWANG – Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) Terbatas akhirnya diberlakukan di Kabupaten Karawang, 14 September 2021. Beberapa sekolah telah ditunjuk melakukan PTM terbatas dan menunjukkan berbagai kebijakan PTM terbatas.

Dua di antaranya, SDN Pancawati I dan SDN Anggadita I Kecamatan Klari yang bisa menjadi contoh baik dalam persiapan PTM terbatas.

Kepala SDN Pancawati I, Lela Nurlaela, M.Pd menyebut, saat ditunjuk jadi sekolah percontohan PTM, pihaknya langsung mempersiapkan prosedur operasional PTM terbatas, seperti penyediaan thermogun, APD, masker, hand sanitizer, juga surat Izin belajar tatap muka di sekolah dari orang tua siswa.

Demi menunjang kebutuhan siswa, pihaknya membekali para siswa safety kit berupa masker, lap dan hand sanitizer. Hal itu, dilakukannya untuk mengajarkan siswa disiplin prokes.

Untuk memastikan kelancaran, pihaknya selalu mendata dan memastikan siswa dan guru jika ada yang sakit agar tidak ke sekolah. “Kita pastikan tak ada yang masuk ke lingkungan tanpa izin sekolah, termasuk orangtua murid hanya diperkenankan mengantar sampai gerbang sekolah,” ujarnya.

Diakuinya juga, tenaga pendidik di SDN 1 Pancawati telah divaksin seratus persen. “Alhamdulillah semua sudah divaksin,” terang Lela.

Terkait pembagian rombongan belajar, lanjutnya, pihaknya mengikuti anjuran pemerintah, yakni maksimal 50 persen kapasitas per kelas. Dalam satu rombongan belajar terdapat dua kelompok belajar. Masing-masing rombongan belajar melakukan PTM terbatas sebanyak dua kali dalam satu minggu.

“Dalam satu kali pertemuan, berlangsung selama 2 jam, sesi satu pukul 07.30-09.30, di sesi kedua pukul 10.00-12.00.”

“Kita juga masih melakukan PJJ secara daring melalui grup Whatsapp untuk memberikan materi kepada kelompok belajar yang pada hari tersebut tidak giliran masuk ke sekolah,” sambung dia.

Sementara, Kepala SDN Anggadita I, Klari, Tati Rohayati mengatakan, sebelum hari H pelaksanaan, sekolahnya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat dan wali siswa. Hal itu guna memastikan orangtua menyiapkan anak mereka dengan prokes yang ketat ketika kembali ke sekolah.

Dijelaskannya, pengadaan alat protokol kesehatan, mempersiapkan ruang belajar, mempersiapkan sarana fisik sekolah, seperti sanitasi dan kebersihan sekolah, telah dipenuhinya untuk persiapan PTMT.

“Pihak sekolah juga selalu mengingatkan peserta didik untuk pembiasaan hidup bersih dengan rajin cuci tangan, serta tidak ada jam istirahat. Dan orangtua tidak kita perkenankan masuk sekolah,” tuturnya.

Disebutkan Tati, total jumlah siswa di SDN Anggadita I, berjumlah 893 siswa. Oleh karenanya, pihaknya membagi rombel menjadi 2 shift, yakni pagi dan siang dengan jadwal per tingkat kelas bawah dan atas. “Contohnya, kelas 1 dan 4, 2 dan 5, terakhir 3 dan 6. Jadi seminggu masing-masing anak bisa dua kali tatap muka,” lanjut Tati.

Ia berharap, selama masa uji coba PTM terbatas, pihaknya bisa memberikan contoh baik dan bisa sukses secara keseluruhan. “Kalau PTM sekarang ini bisa berjalan baik dan tidak ada kasus terpapar, alhamdulillah kita sangat bersyukur, jadinya kan bisa menular ke yang lain dan semua sekolah bisa dibuka,” harap dia. (kie)

Artikel sebelumnyaPengembalian Kelebihan Anggaran Pembangunan GOR Masih Menunggu
Artikel selanjutnyaPTM di Kota Bekasi Sudah Berjalan, Kadisdik: Responnya Sangat Positif